Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Ini Penjelasan Budi Hanoto

392
×

BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Ini Penjelasan Budi Hanoto

Sebarkan artikel ini
BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Ini Penjelasan Budi Hanoto
Kepala Perwakilan BI Sulsel Budi Hanoto mengatakan sesuai rapat dewan gubernur pada tanggal 17 Februari lalu, telah memutuskan penurunan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate menjadi 3,5 persen yang merupakan paling terendah selama ini.

MAKASSAR—Kepala Perwakilan BI Sulsel Budi Hanoto mengatakan sesuai rapat dewan gubernur pada tanggal 17 Februari lalu, telah memutuskan penurunan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate menjadi 3,5 persen yang merupakan paling terendah selama ini.

“Sebagaimana diketahui di dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 Februari lalu, telah menurunkan suku bunga menjadi 3,5 persen. Ini jadi yang terendah selama ini dan penurunan ini didasarkan pada sebuah analisis ekonomi bahwa selama ini nilai tukar rupiah bergerak sangat stabil, inflasi juga dalam keadaan terkendali aman, sesuai dengan sasarannya,” ungkapnya, Kamis (25/2/2021).

Ia menjelaskan untuk nilai tukar masih sesuai dengan fundamental ekonomi sehingga Bank Indonesia menurunkan suku bunga kebijakannya menjadi 3,5 persen.

“Dalam situasi sekarang yang memang kemarin pertumbuhannya juga belum maksimum, maka Bank Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 3,5 persen,” jelasnya.

Budi Hanoto juga mengaku Sumbangsih ekspor sudah mulai menggeliat kembali yang sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulsel.

“Sumbangsih ekspor yang sudah mulai menggeliat kembali untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulsel. Apalagi Sulsel memang banyak disupport oleh ekspor. Mulai dari tambang, nikel hingga beberapa komoditi lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, Sektor pertanian dan perikanan harus terus didorong untuk ekspor.

“Sektor perikanan, pertanian kita dorong untuk ekspor sehingga share ekspor menjadi lebih tinggi lagi. Karena memang demand di global sangat bagus untuk tadi, bahkan pertumbuhan negara Cina, India juga bagus, sehingga demand dari luar negeri itu harus kita songsong dengan sebuah produksi dan hilirisasi,” urainya.

Ia menambahkan kedepannya di triwulan kedua ekspor sulsel akan semakin bagus.

“Komoditi-Komiditinya di sulsel sudah terlihat sehingga bisa mendorong ekspor Sulsel ke arah yang lebih bagus lagi di triwulan ke Dua kedepannya. Karena memang globalnya demand-nya lagi bagus, hargai lagi bagus, kurs-nya juga lagi stabil sehingga kita harus genjot sisi ekspor,” tutupnya. (*)

Konten dilindungi © Mediasulsel.com