Birma Peduli Kembali Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Biring Romang

Birma Peduli Kembali Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Biring Romang
Komunitas Sosial Birma Peduli kembali bagikan 100 paket sembako untuk warga Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jum’at (20/5/2022).

MAKASSAR—Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Komunitas Sosial Birma Peduli kembali bagikan 100 paket sembako untuk warga Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jum’at (20/5/2022).

Menurut Bendahara Birma Peduli, Hj. Fitriani Sari Rachman, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Birma Peduli yang dhelat semenjak akhir tahun 2021 lalu, dengan tujuan untuk membantu meringankan beban warga yang kurang beruntung yang berdomisili di Kelurahan Biring Romang dan sekitarnya.

“Kegiatan bagi-bagi sembako ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap bulan semenjak akhir tahun lalu dan ini merupakan pelaksanaan ke lima dengan setiap bulannya kita bagikan sebanyak 100 paket untuk 100 kepala keluarga,” ucap Fitri.

Lebih lanjut menurut Fitri, untuk pelaksanaan bulan kelima ini berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya dimana tim distribusi biasanya membagikan di wilayah ORT dimana keluarga sasaran tinggal, namun untuk kali ini dibagikan terpusat di Posko Birma Peduli Jl. Baiturrahman VII, Kelurahan Biring Romang.

Terkait sumber dana Fitri menjelaskan, bahwa paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, Gula dan Mie instan tersebut dibiayai oleh donatur tetap Birma Peduli, dan pihaknya hanya bertugas menentukan calon penerima sekaligus mendistribusikannya.

“Prinsipnya kami menjalankan amanah dari donatur yang diembankan kepada kami. Jadi tugas kami memilih dan menentukan calon penerima berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh donatur serta membagikannya langsung kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Berita Lainnya

Salah seorang relawan Birma Peduli, Muh. Saleh mengatakan sama dengan bulan-bulan sebelumnya, selain pembagian paket sembako, pihaknya juga memberikan bantuan kepada 2 Panti Asuhan yang kita anggap layak untuk diberikan bantuan.

Lihat Juga:  Wakil Walikota Serahkan Bonus Ke Atlet PON & PEPARNAS

“Untuk hari ini selain 100 paket sembako untuk warga, juga kita berikan bantuan dalam bentuk makanan siap makan dan paket sembako kepada 2 panti asuhan yaitu Panti Asuhan Al Fakri di Komplek Unhas Antang dan Panti Asuhan Peduli Bersama Yatim di Perumahan Ranggong kelurahan Bangkala,” jelas Saleh.

Lebih lanjut Saleh yang mengaku telah bergabung di Birma Peduli semenjak didirikan pada tahun 2018 menuturkan, bahwa selama berkegiatan bersama Birma Peduli, dirinya dapat lebih mengasah kepekaan sosial yang dimilikinya serta dapat belajar pola manajemen terbuka dalam pengelolaannya.

“Saya sangat beruntung dapat bergabung di komunitas ini, karena saya merasa semakin hari kepekaan sosial saya semakin tumbuh dan tentunya saya jadi semakin tahu, banyak sekali di luar sana orang yang jauh lebih tidak beruntung dibandingkan saya pribadi. Selain itu di sini saya juga bisa memahami bagaimana pola manajemen terbuka yang diterapkan dapat membuat kita semua saling percaya satu sama lainnya,” tukas Saleh yang senantiasa dipercaya memilih dan menentukan calon penerima bantuan.

Sementara itu, Founder Birma Peduli, Ambang Ardi Yunisworo, saat diminta keterangan terkait target yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut menyebutkan, bahwa pihaknya bersama seluruh anggota Birma Peduli tidak memiliki target pribadi dalam berkegiatan di Birma Peduli selain senantiasa berupaya dapat memberikan manfaat bagi sekitar.

“Kami secara pribadi-pribadi tidak memiliki target apapun dalam berkegiatan di sini (Birma Peduli), kami sadar bukan kumpulan orang-orang yang berkelebihan. Namun karena kami punya semangat yang sama yaitu bagaimana bisa memiliki nilai dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain di sekitar kita itu yang membuat kami terus berupaya untuk bisa berbuat lebih banyak,” jelas Ambang.

Lihat Juga:  Dispar Makassar Harap MTF Market Terus Terselenggara

Menurut Ambang banyak di luar sana pihak-pihak yang kebetulan merasa berkecukupan memiliki keinginan untuk dapat membantu orang lain. Namun acap kali mereka tidak tahu dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjalankannya sendiri, atau bahkan takut apa yang dilakukan tidak sesuai dengan ekspektasinya.

“Ibaratnya kami ini hanya menyiapkan waktu dan tenaga untuk mengelola keinginan pihak-pihak yang ingin berderma atau membantu orang lain tetapi mereka tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk melakukannya sendiri. Mereka percaya apa yang kami lakukan sesuai harapannya. Dan kami hanya sarana lewat bagi rezeki yang merupakan hak penerima manfaat,” pungkas Ambang. (*)

Berita terkait