Advertisement - Scroll ke atas
Opini

BPJS dan Pelayanan Kesehatan Dalam Islam

1720
×

BPJS dan Pelayanan Kesehatan Dalam Islam

Sebarkan artikel ini
BPJS dan Pelayanan Kesehatan Dalam Islam
Foto Ilustrasi

Lembaga asuransi bertujuan mencari keuntungan  bukan sepenuhnya melayani rakyat. Sistem islam, memberi tembok pembatas antara kesehatan dengan kapitalisme.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kesehatan, dalam aturan islam, haruslah mudah untuk diakses, karena merupakan tanggung jawab negara dalam melayani rakyat dari terlebih urusan Kesehatan, tanpa adanya perbedaan kelas atau kasta.

Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya.” (Bukhari dan Muslim)

Tinta sejarah mencatat, jaminan kesehatan dalam sistem Islam adalah pelayanan kesehatan terbaik sepanjang masa.

Fungsi negara sebagai penerap syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) pada setiap aspek tatanan kehidupan terutama bidang kesehatan.

Negara memiliki tanggung jawab penuh terhadap jaminan pelayanan kesehatan gratis yang  berkualitas.

Agar kebutuhan rakyat terhadap layanan kesehatan gratis terpenuhi, khilafah banyak mendirikan institusi layanan kesehatan.

Diantaranya adalah rumah sakit di Kairo yang didirikan pada tahun 1248 M oleh Khalifah al-Mansyur, dengan kapasitas 8.000 tempat tidur yang dilengkapi dengan masjid untuk pasien dan chapel untuk pasien Kristen.

Rumah sakit dilengkapi dengan musik terapi untuk pasien yang menderita gangguan jiwa. Setiap hari melayani 4.000 pasien.

Salah satu bukti yang dipaparkan sejarawan berkebangsaan Amerika, Will Durant, tentang rumah sakit Al Manshuri (683 H/1284 M) di Kairo, dia berkata,..

error: Content is protected !!