Advertisement - Scroll ke atas
Islam

Bulan Syawal: Waktu Mustajab Berdoa, Momentum Lanjutan Ibadah Pasca-Ramadan

1754
×

Bulan Syawal: Waktu Mustajab Berdoa, Momentum Lanjutan Ibadah Pasca-Ramadan

Sebarkan artikel ini
Bulan Syawal

MEDIASULSEL.COM—Syawal tak hanya dikenal sebagai bulan kemenangan setelah Ramadan, tapi juga sebagai waktu penuh keberkahan yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak ulama menyebut bulan ini sebagai salah satu momen mustajab untuk berdoa.

Setelah menjalani Ramadan dengan penuh ibadah dan pengendalian diri, hati umat Muslim biasanya berada dalam kondisi yang lebih bersih dan khusyuk, sebuah landasan yang kuat untuk bermunajat.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Di bulan ini, doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan. Apalagi jika disertai dengan niat yang tulus dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.

Salah satu doa yang bisa diamalkan adalah doa mohon ampunan: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Meski lebih populer di malam Lailatul Qadar, doa ini tetap relevan di bulan Syawal sebagai bentuk kelanjutan dari semangat taubat Ramadan.

Tak hanya soal ampunan, Syawal juga waktu yang tepat untuk memohon rezeki yang berkah. Doa seperti “Allahumma barik lana fima razaqtana, waqina ‘adzaban nar” menjadi pengingat bahwa rezeki bukan sekadar datang, tapi juga butuh keberkahan.

Dan karena Syawal juga menandai kembalinya manusia pada fitrah, doa untuk kemantapan iman pun tak kalah penting. Misalnya: “Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik”, permohonan agar hati tetap teguh dalam agama.

Berdoa
ILUSTRASI

Agar doa-doa tersebut semakin bermakna, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, perbanyak salat malam. Dalam sunyi sepertiga malam terakhir, Rasulullah SAW menyebut Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Ini waktu yang sangat istimewa untuk bermunajat dalam keheningan.

Kedua, jangan lewatkan kesempatan berdoa setelah salat fardhu. Momentum ini adalah waktu yang mustajab untuk menyampaikan harapan. Di bulan Syawal, penting untuk menjaga kekhusyukan dalam salat lima waktu dan melengkapinya dengan doa yang tulus, tak tergesa, dan penuh harap.

Ketiga, iringi doa dengan amal baik. Sedekah, menyambung silaturahmi, menolong sesama, dan menjaga sikap dari hal-hal sia-sia adalah bentuk konkret dari kesungguhan doa. Sebab, Allah lebih mencintai hamba yang tak hanya meminta, tapi juga bertindak.

Keempat, jaga semangat Ramadan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim). Puasa ini tidak hanya membawa pahala, tapi juga menjaga hati tetap lembut, sebuah kondisi ideal untuk berdoa.

Syawal adalah kelanjutan dari proses pembentukan spiritual selama Ramadan, bukan titik akhir. Doa-doa yang dipanjatkan dengan hati bersih, niat tulus, dan keyakinan kuat adalah jalan untuk terus terhubung dengan Allah SWT sepanjang tahun.

Dan seperti sabda Rasulullah SAW, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi). Maka jangan ragu untuk terus bermunajat, karena Syawal adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan iman. (*)

error: Content is protected !!