JENEPONTO—Kabupaten Jeneponto menjadi tuan rumah penyelenggaraan Expo Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Lapangan Parang Passamaturukang Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kamis (21/8/2025) malam.
Kegiatan ini resmi dibuka langsung oleh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, berlangsung meriah dengan turut dihadiri Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, jajaran Forkopimda, Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Jeneponto, para kepala OPD, pimpinan dan perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM se-Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jeneponto selaku Ketua Panitia, Mernawati menyampaikan, antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat 1.800 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel terdaftar untuk mengikuti rangkaian kegiatan, dan sebanyak 800 peserta telah tiba dan melakukan registrasi pada hari pembukaan.
“Alhamdulillah, Jeneponto mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Harkopnas ke-78 tingkat Provinsi. Kami optimis kegiatan ini memberi dampak positif, khususnya dalam memperkuat peran koperasi dan UMKM di Sulawesi Selatan,” kata Mernawati.

Rangkaian Kegiatan Harkopnas ke-78 Sulsel
Adapun kontingen yang hadir antara lain dari Kabupaten Selayar, Maros, Bone, Wajo, Pinrang, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Pangkep, Barru, Bulukumba, dan Enrekang.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir menegaskan, Expo UMKM ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Jeneponto sebagai daerah yang mendukung penuh gerakan koperasi dan UMKM.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi. Semoga Expo UMKM ini mampu menjadi ruang promosi, kolaborasi, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan,” kata Bupati Paris Yasir.
Sementara itu, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar menyampaikan, optimismenya bahwa kegiatan berskala provinsi ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat Jeneponto, khususnya pelaku UMKM lokal.
“Expo UMKM ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi menjadi ruang nyata untuk mempertemukan pelaku usaha, koperasi, dan masyarakat. Kita berharap ekonomi lokal semakin hidup, jejaring usaha semakin kuat, dan Jeneponto semakin dikenal sebagai daerah yang ramah investasi,” tuturnya. (*)



















