Advertisement - Scroll ke atas
Pangkep

Bupati Pangkep Buka Pelatihan Kewirausahaan untuk Pelaku UMKM

1026
×

Bupati Pangkep Buka Pelatihan Kewirausahaan untuk Pelaku UMKM

Sebarkan artikel ini
Bupati Pangkep Buka Pelatihan Kewirausahaan untuk Pelaku UMKM
Pelatihan Kewirausahaan Mandiri bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara resmi dibuka oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL). Giat ini dilangsungkan di Gedung Bundar Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu (15/5/2024),

PANGKEP—Pelatihan Kewirausahaan Mandiri bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara resmi dibuka oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL).

Pelatihan ini dilangsungkan di Gedung Bundar Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu (15/5/2024), dengan tujuan memperkuat daya saing dan peningkatan kualitas produk UMKM lokal.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam sambutannya, Bupati MYL menekankan bahwa Pemkab Pangkep berkomitmen mendukung UMKM agar “naik kelas” dan menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar modern.

“Kami ingin menjadi jembatan agar produk-produk UMKM Pangkep bisa masuk di toko modern. Pemda akan mendukung para pelaku UMKM agar produknya memenuhi syarat dan bisa dipasarkan di toko modern,” ujar MYL.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulfida, Pimpinan PT Indomarco Pristama Cabang Makassar Ahmad Suyanto, serta pimpinan OPD terkait, dengan sekitar 50 pelaku UMKM Pangkep sebagai peserta pelatihan.

Kepala DPM-PTSP Pangkep, Sulfida menjelaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Pangkep dan PT Indomarco Pristama Makassar, yang bertujuan untuk menciptakan kemitraan antara UMKM lokal dan toko modern, dan akan diperkuat dengan perjanjian kerja sama.

License Manager PT Indomarco Pristama, Alif Pramana Putra menyampaikan, peserta pelatihan diberi materi mengenai syarat-syarat produk UMKM agar bisa masuk ke jaringan toko modern, termasuk standar pengemasan, label halal, dan izin PIRT, serta syarat lain seperti kemasan, barcode, masa kedaluwarsa, dan komposisi produk.

“Untuk produk yang belum memenuhi persyaratan, kami akan memberikan masukan dan bimbingan. Harapannya, produk UMKM Pangkep bisa masuk di toko modern seperti Indomaret,” jelas Alif.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong UMKM di Pangkep untuk memenuhi standar pasar modern dan meningkatkan jangkauan produk lokal ke konsumen yang lebih luas. (*/4dv)

error: Content is protected !!