JENEPONTO — Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, mendapat undangan untuk mengikuti Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 pada kategori Kelompok Mitra Keberlanjutan.
Undangan ini menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan Desa Beroanging dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Program tersebut mengusung tema “Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Baruga Sipakatau Berbasis Local Digital Health Center Beroanging dalam Mendukung SDGs Desa”.
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima mediasulsel.com, Senin (12/10/2026) Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM Mengatakan, bahwa melalui program ini, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat mengembangkan sistem pemberdayaan kesehatan yang memadukan edukasi kesehatan, peningkatan kapasitas kader, pemanfaatan pangan lokal, serta teknologi digital melalui aplikasi SIPAKATAU atau Sistem Kesehatan Terpadu.
Program Baruga Sipakatau dirancang untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat melalui lima kelompok kegiatan yang menyasar kesehatan ibu dan anak, remaja, lanjut usia (lansia), kesehatan lingkungan, serta pemanfaatan pangan lokal.
Pelaksanaannya melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, dan kelompok masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi sekaligus memaksimalkan potensi lokal desa.
Peran Desa Beroanging tidak berhenti pada keterlibatan selama program berlangsung. Pemerintah desa dan masyarakat juga diharapkan menjaga serta mengembangkan berbagai inovasi yang telah dibangun agar manfaatnya tetap dirasakan setelah program PPK Ormawa berakhir.
Undangan ke tingkat nasional ini menjadi momentum bagi Desa Beroanging untuk menunjukkan peran mitra dalam menjaga keberlanjutan program pengabdian masyarakat. Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada inovasi yang dibawa mahasiswa, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan kesiapan pemerintah desa untuk melanjutkannya secara mandiri.
Melalui Baruga Sipakatau, Desa Beroanging diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sistem kesehatan berbasis potensi lokal.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan mewujudkan desa yang sehat serta mandiri. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Ashilah Apriliani ( Mahasiswa FIKK UNM)













