BONE – Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, mendapat undangan mengikuti Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026. Desa ini masuk kategori Kelompok Mitra Keberlanjutan berkat perannya mendukung program pemberdayaan pertanian yang dikembangkan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).
Undangan tersebut menjadi pengakuan atas kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Unhas melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Kolaborasi itu diwujudkan melalui program Mannennungeng: Smart Hydro Loop, sebuah inovasi untuk meningkatkan kemandirian petani Desa Kajaolaliddong sekaligus mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Program tersebut menggabungkan teknologi tepat guna dengan potensi lokal untuk mendorong pertanian yang lebih efisien. Salah satu inovasinya adalah Uwai Tuo, sistem irigasi presisi berbasis Internet of Things (IoT) yang membantu pengelolaan air pertanian.
Inovasi ini diperkuat tiga pendekatan lainnya, yakni Pabbura untuk mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik, Warani untuk pengendalian hama ramah lingkungan, serta Garisi’ yang menerapkan pola tanam adaptif dan rotasi varietas unggul.
Keempat pendekatan tersebut dirancang untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi juga dari manfaat yang terus dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari bagaimana manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat. Kami bersyukur Desa Kajaolaliddong dipercaya menjadi mitra keberlanjutan dari program yang telah dijalankan bersama mahasiswa Unhas,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, program Mannennungeng telah memberikan dampak terhadap produktivitas pertanian di desanya. Hasil panen padi yang sebelumnya sekitar 3 ton per hektare kini meningkat menjadi 5,3 ton per hektare.
Selain itu, efisiensi penggunaan air meningkat hingga 25 persen, sedangkan penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 50 persen.
Yunus berharap inovasi tersebut tidak berhenti setelah program mahasiswa berakhir. Ia mendorong masyarakat melanjutkan dan mengembangkan program melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lamellong sebagai wadah pembelajaran bagi petani.
Harapan serupa disampaikan Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, S.P. Ia menilai keterlibatan pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan inovasi yang telah diperkenalkan.
“Apa yang ditinggalkan tim Mannennungeng akan kami ajarkan juga kepada petani di sekitar, sehingga program ini bisa terus berjalan,” katanya.
Dosen pendamping Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurutnya, program terus dievaluasi dan disempurnakan bersama warga agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Sementara itu, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, mengapresiasi konsistensi tim dalam menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
Ia menyebut UKM KPI Unhas berhasil lolos ke ajang Abdidaya Ormawa selama tiga tahun berturut-turut. Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja keras tim, dukungan dosen pendamping, serta kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, dengan tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”.
Keikutsertaan Desa Kajaolaliddong menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik pemberdayaan pertanian berbasis potensi lokal yang tetap berjalan melalui keterlibatan masyarakat. Program Mannennungeng juga diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian SDGs Desa, terutama pada aspek ketahanan pangan, inovasi, serta pola produksi yang bertanggung jawab. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Aydil Fitra Mulya (Ketua UKM KPI Unhas)













