Advertisement - Scroll ke atas
Pangkep

Dinkes Pangkep Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan PHBS

1486
×

Dinkes Pangkep Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan PHBS

Sebarkan artikel ini
Dinkes Pangkep Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan PHBS
Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat Pulau Karanrang, Desa Mattirobulu, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

PANGKEP—Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat Pulau Karanrang, Desa Mattirobulu, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Hal itu harus dilakukan karena belum lama ini telah ditemukannya warga masyarakat Pulau Karanrang yang terkena typhoid.

Typhoid atau tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi pada tubuh penderitanya. Infeksi bakteri tersebut dapat menimbulkan berbagai macam keluhan, mulai dari demam, sakit perut, pusing, diare, nyeri otot, dan lain sebagainya

Dengan dibantu pemerintah kecamatan dan desa setempat melakukan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Pemkab Pangkep juga akan pemberian obat cacing massal di pulau Karanrang, desa Mattirobulu, yang akan diberikan kepada seluruh warga pulau Karanrang yang berjumlah 3000an orang.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau(MYL) mengatakan, pemberian obat cacing massal ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukannya warga yang terindikasi ada telur cacing di perut.

“Olehnya itu, kami akan memberikan obat cacing massal kepada 3000an warga disana. Dan Alhamdulillah, masyarakat disana merespon dengan baik,”ujarnya, Sabtu (11/2/2/23).

Kepala dinas kesehatan Pangkep, Hj Herlina mengatakan guna memastikan penyebab warga terserang typoid pihaknya telah mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Tapi, pak camat sudah sampaikan di sana ada depot air yang cara produksinya tidak sesuai yang baik. Makanya kami membina agar memproduksi air dengan baik. Karena kadang masyarakat menganggap membeli air di depo, sudah pasti airnya bersih padahal adakalanya karena cara produksinya yang tidak tepat sehingga airnya terkontaminasi dengan kuman,” tambahnya.

Untuk diketahui, sesuai data yang dimiliki Dinmas Kesehatan Pangkep, sejak 31 januari 2023 terdapat 22 warga yang didiagnosa typoid. (*/4dv)

error: Content is protected !!