DP3A Dalduk KB Sulsel Dampingi Pemulangan Korban KDRT

MAKASSAR – Pemerintah provinsi sulsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan terus memberikan pelayanan maksimal diberbagai hal,termasuk dalam pendampingan korban kekerasan.

Seperti hari ini Jumat 12 Juni 2020,Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melakukan pendampingan pemulangan korban kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Ibu muda berinisial DAN (27 tahun) bersama kedua anaknya yang masih balita, ANG (3 tahun) dan ARS (1 tahun) ke Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Kasus Ibu muda ini bermula saat UPT P2TP2A Provinsi Sulawesi Selatan menerima aduan via telepon dari ayah klien terkait kekerasan fisik dan psikis yang dialami anaknya di Kota Makassar.

Klien kerap mendapatkan kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan oleh keluarga suaminya. Setelah dilakukan upaya penjangkauan korban, mediasi serta pendampingan psikologis untuk menguatkan dan memulihkan korban, korban meminta untuk dipulangkan ke keluarganya di Kalimantan Timur.

Kepala UPT P2TP2A Provinsi Sulawesi Selatan, Meisy Papayungan, mengatakan dalam situasi Pandemi Covid19, penanganan tindak kekerasan terhadap Perempuan Dan Anak tetap harus berjalan dengan optimal.

“Jadi ini adalah komitmen Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT P2TP2A Provinsi Sulawesi Selatan dalam memberikan layanan terbaik dan integratif kepada korban,dimana untuk memenuhi protocol penanganan korban KtP/ KtA sebelum dipulangkan ke keluarga,maka dilakukan RAPID test untuk memastikan syarat penerbangan untuk mencegah transmisi Covid-19 ke Provinsi lain, mengingat Makassar merupakan salah satu daerah zona merah.Ungkap Meisy.

Berita Lainnya
Lihat Juga:  Bertahun-tahun Rusak Jalan Hertasning Mulus Ditangan Nurdin Abdullah

Ia Menyebutkan pemulangan klien disertai dengan rujukan kasus ke UPT P2TP2A Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimatan timur,sehingga ada penanganan lebih lanjut.

“Korban harus tetap mendapatkan pendampingan lanjutan sehingga disertai dengan rujukan kasus ke UPT P2TP2A Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimatan timur sehingga penanganan kasus bisa lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,”Tutupnya. [*]

Berita terkait