Dua Dosen NIDK LLDIKTI IX telah Menjalani Audience Usulan Kenaikan Jafung Profesor

Dua Dosen NIDK LLDIKTI IX telah Menjalani Audience Usulan Kenaikan Jafung Profesor
Dua dosen LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara dengan status Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) yakni, Dr. Andi Mappamiring Parenta, M.Si dan Dr. Popy Andi Lolo, SH, MH, telah menjalani layanan audience usulan kenaikan jabatan fungsional jenjang Guru Besar/Profesor dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, secara daring via zoom, Selasa siang 15 Maret 2022 di Kantor LLDIKTI IX Jl. Bung, Makassar.

MAKASSAR—Dua dosen LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara dengan status Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) yakni, Dr. Andi Mappamiring Parenta, M.Si dan Dr. Popy Andi Lolo, SH, MH, telah menjalani layanan audience usulan kenaikan jabatan fungsional jenjang Guru Besar/Profesor dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, secara daring via zoom, Selasa siang 15 Maret 2022 di Kantor LLDIKTI IX Jl. Bung, Makassar.

Pada kesempatan itu Tim Kemendikbud Ristek, Prof. Indah Susilowati, Ph.D, melakukan klarifikasi terhadap berkas administrasi jabatan fungsional (jafung) Guru Besar/Profesor yang telah diupload pada laman pengusulan jabatan fungsional.

Andi Mappamiring yang juga Ketua STIEM Bongaya Makassar ditanya tentang kekurangan jurnal yang belum di upload di laman usulan jafung.

Pada kesempatan itu dijelaskan jurnal yang baru ATESTASI diterbitkan FEB UMI Makassar dengan status Sinta 2, berjudul, Can work experience and auditor indefendence improve the quality of audit opinion?, yang akan segera diupload ke laman usulan.

Suasana audience yang agak sedikit tegang diselingi dengan canda dari Prof Indah dengan menanyakan kepada Andi Mappamiring, karena lahir di Bone ditanya oleh tim kenapa tidak pakai songkok recca, songkok khas orang Bugis, kemudian diiringi dengan suasana tawa.

Hal sama juga dilakukan kepada Popy Andi Lolo, sehari-hari adalah Dosen Fakultas Hukum UKI Paulus Makassar, Prof Indah katakan tidak perlu tegang santai saja seperti Bu Popy yang berpakaian seperti akan sidang di ruang pengadilan.

Berita Lainnya
Lihat Juga:  LLDIKTI IX Sulawesi Gelar Rapat Persiapan Raker 2019

Kemudian Prof Indah lanjutkan, karena usia Popy Andi Lolo menjalani 70 tahun maka dipanggil, dosen sweet seventeen, kemudian canda ini diselingi lagi dengan tawa, karena kedua calon profesor ini sejak dari awal diliputi dengan ketegangan.

Usai proses audience ini, Kepala LLDIKTI IX Sultanbatara, Drs. Andi Lukman, M.Si walau dalam perjalanan dari Parepare ke Makassar, diberi kesempatan berkomentar dengan mengatakan, terima kasih kepada tim jabatan fungsional Kemendikbud Ristek yang telah memproses dua dosen untuk jafung Guru Besar.

Andi Lukman berharap dengan tambahan persyaratan untuk memenuhi angka kredit jafung yang telah dipaparkan semoga sudah sesuai dan proses jafung Guru Besar kedua dosen itu dan dimudahkan dan dilancarkan prosesnya.

Direktur Program Pascasarjana STIEM Bongaya, Prof Dr Syamsul Ridjal, M.Si, diberi kesempatan menyampaikan komentar terhadap Andi Mappamiring, dia katakan Andi Mappamiring termasuk dosen rajin dan tekun dalam menjalani pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, buktinya usulan jafung telah berulang kali direvisi sampai kemudian menjalani audience dengan status NIDK.

Hal sama juga dikatakan Rektor UKI Paulus Makassar, Prof Dr.Agus Salim, SH,MH, mengucapkan terima kasih atas kesempatan diberikan kepada Popy Andi Lolo menjalani Audience Usulan Kenaikan Jafung Profesor, semoga prosesnya berjalan lancar.

Turut hadir dalam audience usulan kenaikan jafung Profesor kedua dosen itu di Kantor LLDIKTI IX Sultanbatara, Ketua dan Sekretaris Dewan Etik Dosen LLDIKTI IX Sultanbatara, Prof Dr Ma’ruf Hafidz, SH, MH dan Prof Dr Eliza Meiyani, M.Si.

Para anggota Dewan Etik Dosen, Prof Dr H.A Muin Fahmal, SH, MH, Prof Dr Syarifuddin, M.Si, Prof Dr Syamsul Ridjal, M.Si, Prof Dr Andi Muhibuddin, M.Si dan Prof Dr.Agus Salim, SH,MH.

Lihat Juga:  Wabup Saifuf Arif Urai Makna Dibalik 11 Maret Launching ITSBM Selayar

Selain itu juga hadir beberapa dosen dari kampus STIEM Bongaya Makassar dan UKI Paulus Makasaar. (*)

Berita terkait