SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung budidaya ikan di Desa Leppangeng, Kec. Pitu Riase, Sidrap. Salah satunya melalui edukasi dan praktik pembuatan probiotik untuk pengkayaan pakan ikan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar.
Kegiatan yang diinisisasi mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, A. Nurfitrah Nur ini, dikemas secara praktis agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu membuat probiotik secara mandiri. Peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai manfaat probiotik dan pemanfaatan bahan baku lokal dalam mendukung kegiatan budidaya ikan.
Sejumlah bahan diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya daun pepaya, dedak, gula merah, air bersih dan starter fermentasi. Mahasiswa menjelaskan fungsi setiap bahan, tahapan pencampuran hingga proses fermentasi yang perlu diperhatikan sebelum probiotik digunakan.
- Nurfitrah Nur mengatakan, pemanfaatan bahan lokal dapat menjadi alternatif sederhana bagi masyarakat untuk mendukung budidaya ikan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar dapat dimanfaatkan dalam pembuatan probiotik untuk pengkayaan pakan ikan. Kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui manfaatnya, tetapi juga mampu membuat dan mengaplikasikannya secara mandiri,” ujarnya.
Setelah penyampaian materi, peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan probiotik. Mereka mengikuti setiap tahapan, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mengolah bahan, mencampurkannya hingga memahami proses fermentasi dan cara penggunaannya pada pakan ikan.
Edukasi juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan alat dan bahan selama proses pembuatan. Dengan praktik langsung tersebut, masyarakat mendapatkan gambaran mengenai pembuatan probiotik dengan metode sederhana dan bahan yang relatif mudah diperoleh.
Kepala Desa Leppangeng kepada mediasulsel,com, Minggu 16/8/2026 mengaku mengapresiasi program kerja mahasiswa KKN Unhas tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya dalam bidang budidaya perikanan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di desa.
Ia berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diterapkan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan bahan baku lokal tersebut dinilai berpotensi menjadi inovasi sederhana yang dapat mendukung kegiatan budidaya ikan secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas dalam menghadirkan edukasi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Leppangeng. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: A. Nurfitrah Nur (Mahasiswa Budiadaya Perairan Unhas)













