MAKASSAR—Mobil keluarga murah ramah lingkungan (LCGC) Daihatsu Sigra tercatat sebagai salah satu mobil 7-seater terlaris di Indonesia. Namun, pada Februari 2025, popularitas Sigra mengalami penurunan setelah kembali disalip oleh dua pesaing kuatnya, Honda Brio dan Toyota Calya.
Sebelumnya, Sigra sempat unggul atas Toyota Calya dalam penjualan, namun kini harus puas berada di posisi ketiga.
Penurunan penjualan ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah masalah teknis yang masih sering ditemukan, terutama pada unit bekas yang beredar di pasaran.
Berikut ini beberapa masalah umum yang kerap dikeluhkan oleh pengguna Daihatsu Sigra:
1. Air Buangan AC Masuk ke Kabin
Salah satu masalah yang cukup mengganggu adalah air buangan AC yang merembes ke dalam kabin. Hal ini disebabkan oleh ukuran selang pembuangan yang terlalu pendek, sehingga air tidak dapat mengalir keluar dengan sempurna dan akhirnya meluber ke bagian interior kendaraan.
2. Indikator Check Engine Menyala Terus
Indikator check engine yang terus menyala meski tidak ada kerusakan signifikan juga menjadi keluhan pengguna. Masalah ini biasanya muncul setelah mobil melewati genangan air tinggi yang mengenai sensor oksigen. Cipratan air dapat menyebabkan gangguan pada sensor, memicu peringatan di sistem elektronik mobil.
3. Suspensi Mudah Ambles saat Beban Penuh
Kelemahan lain terletak pada sistem suspensi. Dalam kondisi muatan penuh, suspensi Sigra kerap mengalami penurunan performa hingga tampak amblas. Hal ini umumnya terjadi akibat kualitas suspensi yang belum optimal, terlebih jika kendaraan digunakan secara intens di medan berat.
Perawatan berkala serta pemilihan komponen suspensi berkualitas direkomendasikan untuk menjaga kenyamanan dan kestabilan mobil saat digunakan.
Meski demikian, Daihatsu Sigra tetap menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang mencari kendaraan 7-seater dengan harga terjangkau. Diperlukan perhatian ekstra dalam perawatan untuk memastikan kendaraan tetap dalam kondisi prima. (Ag4ys)









