OTOMOTIF — Jauh sebelum pasar otomotif Indonesia diramaikan SUV modern seperti Terios, Rush, atau Xpander Cross, Daihatsu Taruna telah lebih dulu membuka jalan. Mobil yang diperkenalkan pada 1999 ini menjadi salah satu pionir SUV keluarga berkapasitas tujuh penumpang di Indonesia dan sempat menjadi kendaraan favorit masyarakat yang menginginkan mobil tangguh namun tetap nyaman untuk kebutuhan harian.
Taruna lahir sebagai penerus Daihatsu Feroza yang legendaris. Berbasis generasi pertama Daihatsu Terios global, Taruna mendapat sentuhan khusus untuk pasar Indonesia dengan bodi lebih panjang dan konfigurasi tiga baris kursi. Nama “Taruna” sendiri diambil dari bahasa Pali yang berarti “muda”.
Pada awal kemunculannya, Taruna hadir dalam seri C dengan mesin 1.600 cc dan beberapa varian seperti CL, CX, serta CSX. Seiring meningkatnya permintaan, Daihatsu kemudian menghadirkan seri F dengan wheelbase lebih panjang sehingga ruang kabin menjadi lebih lega dan cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga.
Perjalanan Taruna terus berlanjut hingga mendapat penyegaran pada 2005 melalui varian Taruna OXXY. Model ini tampil lebih modern dengan desain grille baru, lampu belakang yang diperbarui, serta sejumlah perubahan pada eksterior yang membuat tampilannya lebih segar dibanding generasi sebelumnya.
Namun usia Taruna tidak berlangsung lama. Pada November 2006, produksi resmi dihentikan dan posisinya digantikan oleh generasi baru yang menggunakan nama global Daihatsu Terios. Pergantian ini menandai berakhirnya era Taruna setelah sekitar tujuh tahun meramaikan pasar SUV nasional.
Sebagai penerusnya, Terios berkembang menjadi salah satu pemain utama di segmen Low SUV Indonesia. Generasi pertama Terios hadir pada 2006, kemudian mengalami sejumlah pembaruan hingga lahir generasi terbaru yang lebih modern pada 2017 dengan desain tanpa ban serep belakang yang menjadi ciri khas generasi sebelumnya.
Meski sudah tidak diproduksi hampir dua dekade, nama Taruna belum sepenuhnya hilang dari jalanan Indonesia. Di pasar mobil bekas, SUV ini masih memiliki penggemar tersendiri. Faktor utama yang membuatnya tetap diminati adalah konstruksi rangka yang kuat, mesin sederhana yang mudah dirawat, serta ketersediaan suku cadang yang masih relatif mudah ditemukan.
Saat ini harga Daihatsu Taruna bekas berada di kisaran Rp45 juta hingga lebih dari Rp100 juta, tergantung tahun produksi, kondisi kendaraan, dan kelengkapan dokumen. Unit-unit yang terawat, terutama varian OXXY, masih memiliki nilai jual yang cukup baik dibanding SUV seangkatannya.
Seorang pengguna setia mobil Daihatsu Taruna , Komaruddin, mengaku kesetiaannya hingga saat ini tetap menggunakan mobil tersebut, selain karena nilai historisnya juga dikarenakan kendaraan yang sudah digunakannya sejak tahun 2009 tersebut mudah perawatannya, mudah mendapatkan suku cadang, terasa nyaman dikendarai di segala medan dan membuat aman kantongnya.
Di tengah gempuran SUV modern yang menawarkan teknologi canggih dan fitur keselamatan lebih lengkap, Daihatsu Taruna memang sudah tidak lagi menjadi pilihan utama. Namun dalam sejarah otomotif Indonesia, Taruna tetap dikenang sebagai salah satu pionir SUV keluarga yang membuka jalan bagi lahirnya generasi SUV tujuh penumpang yang kini mendominasi pasar nasional. (Ag4ys)









