Advertisement - Scroll ke atas
Internasional

Gubernur Sulsel Paparkan Arah Pembangunan Mamminasata di ASCC 2025 Jepang

605
×

Gubernur Sulsel Paparkan Arah Pembangunan Mamminasata di ASCC 2025 Jepang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulsel Paparkan Arah Pembangunan Mamminasata di ASCC 2025 Jepang
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tampil sebagai salah satu pembicara pada Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 yang berlangsung di Pacifico Yokohama North, Jepang, 25–27 November 2025. Dalam forum internasional tersebut, ia memaparkan arah pembangunan kawasan metropolitan Mamminasata sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur.

YOKOHAMA—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tampil sebagai salah satu pembicara pada Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 yang berlangsung di Pacifico Yokohama North, Jepang, 25–27 November 2025. Dalam forum internasional tersebut, ia memaparkan arah pembangunan kawasan metropolitan Mamminasata sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur.

Andi Sudirman menegaskan bahwa Sulsel tengah memperkuat strategi menghadapi tantangan urban, mulai dari dekarbonisasi, penguatan infrastruktur, hingga konservasi energi. Ia menyebut Mamminasata sebagai kawasan yang harus bergerak menuju sistem kota modern dengan pendekatan rendah emisi.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan sistem mobilitas yang efisien dan terintegrasi. Mengacu pada kajian JICA, KIAT, dan Nippon Koei, Sulsel menyiapkan Urban Mass Transport System (UMTS) yang mencakup optimalisasi bus, pembangunan LRT, hingga rencana jangka panjang MRT atau monorel sebagai tulang punggung transportasi Mamminasata.

“Kawasan metropolitan sebagai jantung provinsi harus menuju transportasi modern dan ramah lingkungan, sekaligus menjadi pilot project bagi wilayah aglomerasi lainnya,” ujarnya.

Di hadapan para inovator teknologi lingkungan dari berbagai negara Asia, Andi Sudirman juga menyoroti besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) di Sulawesi Selatan. Ia menyebut energi surya mencapai 60.410 MW, energi bayu 8.345 MW, dan energi hidro 814 MW sebagai peluang besar bagi investasi berkelanjutan di daerah tersebut.

“Kami membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan internasional untuk mengembangkan kawasan terintegrasi berbasis lingkungan. Sulsel siap menjadi pusat EBT di Indonesia dan Asia,” tegasnya.(Y5l/Ag4ys)

error: Content is protected !!