Gubernur: Tidak Ada Aturan Harus Fasih Membaca Alquran bagi ASN yang Ingin Promosi Jabatan

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat ditemui awak media di rumah jabatannya, Kamis (3/9/2020).

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, menanggapi kebijakan yang dibuat oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang memberi persyaratan baru bagi ASN yang ingin promosi jabatan. Persyaratan yang dimaksud yakni harus fasih dalam membaca Alquran bagi ASN beragama muslim.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak pernah membuat aturan atau persyaratan ASN yang ingin promosi jabatan harus fasih dalam membaca Alquran bagi ASN beragama muslim.

“Tidak ada satupun aturan yang mewajibkan setiap pejabat muslim diwajibkan untuk fasih dalam membaca Alquran jika ingin promosi jabatan,” kata Nurdin Abdullah saat ditemui dirumah jabatannya Kamis (3/9/2020).

Ia menyebutkan Mendagri telah memberikan penjelasan kalau tidak ada aturan harus fasih dalam membaca Alquran bagi ASN beragama muslim apa bila ingin promosi jabatan.

“Sebenarnya gini, Mendagri sudah memberikan penjelasan bahwa itu tidak ada dalam aturan tapi mungkin pak bupati ini lagi mendorong pegawai dan pejabat yang muslim harus bisa membaca Alquran tapi kalau regulasinya nggak aturannya nggak ada,” sebutnya.

Diketahui, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 76 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka promosi jabatan di halaman Kantor Bupati, Senin (31/8/2020) lalu.

Berita Lainnya

Tercatat, 76 ASN tersebut masing-masing tujuh orang jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II), 28 administrator (eselon III) dan 41 pengawas (eselon IV).

Adnan mengatakan dari 76 ASN yang dilantik terdapat 14 pejabat yang belum fasih membaca Alquran. Olehnya itu diberi tenggang waktu hingga 6 bulan untuk meraka memperlancar membaca Alquran.

Lihat Juga:  Gubernur Sulsel Bersama Tiga Menteri RI Tanam Mangrove di Maros

Jika dalam waktu 6 bulan tersebut mereka tak fasih dalam membaca Alquran, mereka harus siap dicopot sesuai materai yang telah ditandatangani.

“Kemarin 76 ASN ini sudah dites mengaji dan terdapat 14 yang belum fasih, namun karena nama-nama tersebut sudah keluar dari Kemendagri maka 14 orang tersebut kami beri waktu enam bulan untuk belajar jika dalam waktu enam bulan belum fasih maka mereka bersedia dicopot berdasarkan surat pernyataan yang telah ditandangani diatas materai oleh 14 orang itu,” ujarnya. (*)

Berita terkait