Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Guru dan Kepsek Makassar Pulang Bawa Values RAMAH, Siap Lawan Perundungan di Sekolah

542
×

Guru dan Kepsek Makassar Pulang Bawa Values RAMAH, Siap Lawan Perundungan di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Guru dan Kepsek Makassar Pulang Bawa Values RAMAH, Siap Lawan Perundungan di Sekolah
Penutupan Program Sekolah RAMAH Angkatan I 2025, Kamis (28/8), menegaskan lahirnya para pelopor budaya bebas perundungan dan ramah anak.

MAKASSAR—Empat values RAMAH (responsif, adaptif, mandiri, dan harmonis) resmi dibawa pulang oleh 24 guru dan kepala sekolah Makassar untuk ditanamkan di sekolah masing-masing. Penutupan Program Sekolah RAMAH Angkatan I 2025, Kamis (28/8), menegaskan lahirnya para pelopor budaya bebas perundungan dan ramah anak.

Selama hampir tiga bulan, para peserta telah menjalani rangkaian pembelajaran, mulai dari sesi kelas, praktik lapangan, hingga pameran inovasi pendidikan yang berlangsung sehari sebelumnya di Lobby Utama Pusjar SKMP LAN Makassar.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kadis Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si., melepas para guru dan kepala sekolah dengan pesan penuh optimisme. “Saya bangga kepada seluruh peserta. Semoga apa yang kita mulai di sini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan membangun pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Kabag Umum Pusjar SKMP LAN Makassar, Zulchaidir, S.Sos., MPA., juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar. Ia mengutip pesan Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., yang menekankan bahwa empat values RAMAH harus benar-benar hidup dalam karakter sekolah agar lingkungan belajar yang aman dan ramah anak bisa tercipta.

Semangat itu tercermin dari berbagai karya inovasi peserta. Mulai dari Satgas RESOPA ANTI PERUNDUNGAN, aplikasi SI EMO, konsep SAPA RAMAH, hingga program GEMILANG—semuanya menunjukkan kepedulian sekolah terhadap perlindungan anak dan pembentukan iklim belajar yang positif.

Tajuddin, S.Pd. Gr., dari SMPN 49 Makassar, menyebut pengalaman ini sebagai bekal nyata untuk dibawa ke sekolah. “Kami berharap bisa menjadi contoh di sekolah masing-masing. Apa yang dipelajari di sini tidak berhenti sampai di Pusjar SKMP,” katanya.

Ia menambahkan, langkah konkret yang akan dilakukan adalah membuat komitmen anti-perundungan dan mengintegrasikannya ke kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

Guru SMPN 33 Makassar, Ilmal Satriani, S.Pd., juga merasakan manfaat program ini. “Seperti kepingan puzzle yang selama ini saya tanyakan pada diri sendiri, saya temukan jawabannya di Program Sekolah RAMAH. Saya merasa lebih berarti sebagai guru dan lebih siap menghadapi perubahan,” ungkapnya.

Kepala SMPN 49 Makassar, Ikhsan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan inovasi timnya melalui Satgas RESOPA. Satuan tugas ini bertugas memantau dan menangani potensi perundungan mulai dari siswa datang, saat jam pelajaran dan istirahat, hingga mereka pulang, dengan prosedur yang jelas.

Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah dokumentasi, monitoring mingguan, dan pakta integritas agar gerakan anti-bullying benar-benar berlanjut menjadi budaya sekolah.

Pelepasan ini sekaligus menutup rangkaian Sekolah RAMAH Angkatan I Tahun 2025. Dengan semangat yang dibawa pulang, para guru dan kepala sekolah diharapkan menjadi pelopor perubahan nyata menuju sekolah yang bukan hanya mengajar, tetapi juga melindungi, memberdayakan, dan membentuk generasi yang aman, percaya diri, serta penuh empati. (*)

 

Citizen Reporter: Adekamwa (Humas Pusjar SKMP LAN)

error: Content is protected !!