Advertisement - Scroll ke atas
MakassarMedia Kampus

HMJ Perbankan Syariah UINAM Gelar Seminar Internasional Bahas Penguatan Ekonomi Syariah di Tengah Ketidakpastian Global

533
×

HMJ Perbankan Syariah UINAM Gelar Seminar Internasional Bahas Penguatan Ekonomi Syariah di Tengah Ketidakpastian Global

Sebarkan artikel ini
HMJ Perbankan Syariah UINAM Gelar Seminar Internasional Bahas Penguatan Ekonomi Syariah di Tengah Ketidakpastian Global
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk “Sinergizing Stakeholders for a Resilient and Sustainable Sharia Economy in the Era of Global Uncertainty”, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang menjadi rangkaian IB Fair ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi internasional serta mendapat antusias tinggi dari peserta.

MAKASSAR—Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk “Sinergizing Stakeholders for a Resilient and Sustainable Sharia Economy in the Era of Global Uncertainty”, Senin (17/11/2025).

Kegiatan yang menjadi rangkaian IB Fair ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi internasional serta mendapat antusias tinggi dari peserta.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Seminar berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar. Ketua Umum HMJ Perbankan Syariah dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil—untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang tangguh dan berkelanjutan di tengah dinamika global.

Ketua Jurusan Perbankan Syariah, Dr. Ismawati S.E., M.Si., juga menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi syariah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI UINAM yang diwakili Dr. Hasbiullah S.E., M.Si., dan berlangsung dengan moderasi dari Asyraf Mustamin, M.E. Peserta terdiri dari dosen, mahasiswa, hingga perwakilan lembaga mitra dalam dan luar negeri.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Masumi Ono dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Dr. H. Nasrullah Bin Sapa, Lc., M.M., Gama Genta dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Muh. Rahmat selaku Asisten Direktur Pengawas Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar.

Dalam pemaparannya, Gama Genta menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, termasuk melalui penguatan ekonomi syariah yang saat ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Sementara itu, perwakilan OJK, Muh. Rahmat, menyoroti masih rendahnya literasi keuangan syariah. “Banyak yang memakai produk perbankan syariah, tapi sedikit yang benar-benar memahami perbedaannya dengan konvensional,” ujarnya.

Masumi Ono dari JICA memaparkan kondisi ekonomi Jepang, termasuk penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) akibat sejumlah persoalan struktural. Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan ekonomi jangka panjang dan adaptasi kebijakan.

Adapun Dr. Nasrullah Bin Sapa mengulas penyelarasan kebijakan ekonomi syariah dengan indikator pembangunan daerah sebagai bagian dari penguatan fondasi ekonomi nasional.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan dan memperluas pemahaman mahasiswa serta pemangku kepentingan mengenai arah pengembangan ekonomi syariah di masa depan. (Mp/Ag4ys)


Citizen Reporter: Muh. Haycal (Mahasiswa Perbankan Syariah UINAM)

Editor: Ambang Ardi Yunisworo

Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.

error: Content is protected !!