Advertisement - Scroll ke atas
Nasional

IKAKAS Jakarta & BPP-KKW Sayangkan Framing Media terhadap Menag Nasaruddin Umar

640
×

IKAKAS Jakarta & BPP-KKW Sayangkan Framing Media terhadap Menag Nasaruddin Umar

Sebarkan artikel ini
IKAKAS Jakarta & BPP-KKW Sayangkan Framing Media terhadap Menag Nasaruddin Umar
Ikatan Keluarga Alumni As’adiyah (IKAKAS) Jakarta menyesalkan munculnya pemberitaan yang hanya menyorot Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dari potongan isu tertentu. Padahal, menurut mereka, Menag selama ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap guru, madrasah, dan pesantren di Indonesia.

JAKARTA—Ikatan Keluarga Alumni As’adiyah (IKAKAS) Jakarta menyesalkan munculnya pemberitaan yang hanya menyorot Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dari potongan isu tertentu. Padahal, menurut mereka, Menag selama ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap guru, madrasah, dan pesantren di Indonesia.

“Tidak selayaknya Menag hanya dilihat dari isu-isu potongan dan mengabaikan rekam jejak kebijakan beliau. Faktanya, Kementerian Agama di bawah kepemimpinan beliau melahirkan banyak program yang berpihak pada guru, madrasah, dan pesantren,” tegas Dr. H. Mulawarman Hannase, MA, mewakili IKAKAS Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

IKAKAS menilai framing yang keliru justru menutup fakta keberhasilan Menag dalam memperkuat pendidikan Islam. Mulawarman juga mengingatkan pesan Ketua Umum PP Pontren As’adiyah, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, bahwa guru adalah pilar peradaban. “Dengan perhatian negara, guru akan lebih berdaya dalam mencetak generasi unggul umat dan bangsa,” ujarnya.

Sikap serupa disampaikan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Wajo (BPP-KKW). Melalui Suparmanto, BPP-KKW menegaskan bahwa video yang beredar di publik hanyalah potongan yang tidak menggambarkan secara utuh pernyataan Menag.

“Saya menyayangkan framing media terhadap Menag. Potongan video itu tidak komprehensif. Saya juga berharap Dewan Pers lebih tegas pada media yang mendahulukan sensasi daripada informasi akurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat saat ini sudah cerdas sehingga tidak mudah terpengaruh informasi sepotong-sepotong. “Jangan mempermainkan amarah publik dengan informasi yang tidak utuh,” tegasnya.

Baik IKAKAS maupun BPP-KKW mengajak alumni As’adiyah dan masyarakat luas untuk tidak terjebak opini sesaat. Mereka menekankan pentingnya mendukung langkah positif pemerintah dalam memperkuat pendidikan Islam.

“Kritik boleh, tapi apresiasi juga harus proporsional,” pungkas Mulawarman. (Cr/Ag4ys)

 

Citizen Reporter : Muh. Aras Prabowo

error: Content is protected !!