JAKARTA—Polemik soal pernyataan Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A yang dituding melecehkan profesi guru mulai terbantahkan. Sejumlah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) menegaskan pidato Menag justru sarat dengan nasihat moral dan motivasi, bukan merendahkan.
Muhammad Rizqi Romdhon, guru Bahasa Arab dari Pondok Pesantren Cipasung, menilai framing yang beredar telah memotong konteks pidato Menag.
“Bapak Menteri Agama sedang diframing seolah melecehkan profesi guru karena potongan pernyataan beliau: guru jangan mengharap upah, kalau mengharap upah jadilah pedagang. Padahal, pidato itu penuh nasihat untuk kami,” ujar Rizqi, Rabu (3/9/2025).
Ia menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ribuan guru agama peserta PPG Daljab terakhir 2025. Menurutnya, pesan Menag justru mengangkat derajat guru agama sebagai profesi mulia.
“Guru agama bertanggung jawab bukan hanya di kelas, tapi juga di luar kelas. Bahkan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Itu menunjukkan betapa tinggi posisi guru agama,” tegasnya.
Rizqi menambahkan, Menag menempatkan guru agama hampir setara dengan mursyid, pembimbing spiritual yang menunjukkan jalan menuju Tuhan.
“Guru agama harus jadi teladan, tidak boleh berbuat dosa, dan menjadi pewaris Nabi. Itu artinya profesi ini adalah pengabdian kepada Tuhan,” ujarnya.
Kesaksian serupa datang dari Abdul Aziziy Ibn Mubarok, peserta PPG lainnya. Ia menyebut pidato Menag justru membangkitkan semangat ribuan guru.
“Saya dan ribuan guru bersaksi, tidak ada satupun pernyataan beliau yang merendahkan guru. Sambutannya malah memotivasi kami,” tulisnya di media sosial yang mendapat ratusan dukungan.
Peserta lain seperti Selly Puji Hartanto dan Yuyun Wulandari juga menyayangkan framing media yang dinilai mendistorsi maksud sebenarnya dari pidato Menag.
Selain menyampaikan motivasi, Menag juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Ia menyebut adanya kebijakan nyata, mulai dari kenaikan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS, peningkatan jumlah peserta PPG hingga 700 persen pada 2025, hingga pengangkatan 52 ribu guru honorer menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir.
“Guru adalah penentu masa depan bangsa. Mari kita bersama menjaga martabat guru, sebab dari tangan merekalah masa depan bangsa lahir dan tumbuh,” tegas Menag dalam pidatonya (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo













