Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Imam Musakkar Tegaskan Pentingnya Penanganan Drainase dan Pengelolaan Sampah di Makassar

980
×

Imam Musakkar Tegaskan Pentingnya Penanganan Drainase dan Pengelolaan Sampah di Makassar

Sebarkan artikel ini
Imam Musakkar Tegaskan Pentingnya Penanganan Drainase dan Pengelolaan Sampah di Makassar
Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar, menegaskan pentingnya percepatan penanganan persoalan drainase dan pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Manggala.

MAKASSAR—Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar, menegaskan pentingnya percepatan penanganan persoalan drainase dan pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Manggala.

Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan warga.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Politisi PKB ini mengatakan, banyak warga yang mengeluhkan kondisi drainase yang belum memiliki penutup serta jalan lingkungan yang mulai rusak. Hal itu dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan dan menyebabkan genangan air saat musim hujan.

“Permasalahan drainase ini harus cepat diselesaikan karena sangat berisiko terhadap keselamatan warga. Saya sudah menerima laporan terkait saluran yang belum memiliki penutup dan akan segera meneruskan aspirasi ini ke dinas terkait,” ujar Imam Musakkar, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan, Komisi C DPRD Makassar akan terus berkoordinasi dengan sejumlah mitra kerja, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, Dinas Perumahan, dan Dinas Lingkungan Hidup, untuk memastikan tindak lanjut terhadap laporan masyarakat di lapangan.

“Saya minta masyarakat tidak ragu melaporkan kondisi jalan rusak, saluran tersumbat, atau lingkungan yang butuh perhatian. Semua itu akan kami kawal agar mendapatkan tindak lanjut dari instansi terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Manggala, Sukri Abbas, turut mengimbau warga agar berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga.

Ia menilai, pengolahan sampah sejak dari sumbernya akan sangat membantu mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang kini sudah melebihi kapasitas.

“Kalau bisa, sampah dipilah sejak di rumah. Sampah organik bisa diolah menjadi maggot yang bernilai ekonomis. Upaya kecil seperti ini sangat membantu mengurangi penumpukan di TPA,” jelasnya.

Upaya bersama antara legislatif, pemerintah kelurahan, dan masyarakat ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur dasar sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat di Kota Makassar. (Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!