MAKASSAR—Pasca penertiban yang dilakukan Pemprov Sulsel melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel secara rutin terhadap Pedagang Kaki Lima (PK5) liar disepanjang Kawasan Lego-lego mendapat keluhan dari sejumlah pedagang.
Salah satu pedagang bernama Fatmawati yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di kawasan lego-lego mengaku harus bermain kucing-kucingan dengan petugas.
“Karena dilarang jualan, jadi barupi ini lagi jualan, begitumi juga haruski lari-lari kalau ada petugas atau main kucing-kucingan,” ungkap Fatmawati saat ditemui disekitar kawasan lego-lego,” Minggu (3/7/2022).
Ibu dua anak ini mengaku harus menjadi tulang punggung karena suami sakit untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
“Bapak (suami) lagi sakit jadi harus menjadi tulang punggung untuk kebutuhan sehari-hari makan dan kebutuhan anak sekolah, ya kita harap pemerintah bisa memberikan tempat supaya menetapmi tidak diusir-usirmi lagi kasian,” ucapnya.
Lebih jauh Fatmawati menyebutkan, menjual minuman di sekitar lego-lego dari sejak mesjid 99 Kubah Asmaul Husna belum digunakan.
“Iye karena ramai disini, saya dari dulu jualan disini, masih belum dipakai ini mesjid sudah menjual kasian, minuman dingin maupun lainnya, yang biasa didapat kadang Rp100 ribu perhari kadang Rp50 ribu kadang juga sepi,” tuturnya.
Ia menambahkan biasanya menjual dari 6 pagi hingga 10 malam. “Biasanya mulai jualan dari 6 pagi sampai jam 10 malam,” tutupnya. (*)














