PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam •
News

Inil Bocoran Bentuk Dasar Densus Antikorupsi Polri

490
×

Inil Bocoran Bentuk Dasar Densus Antikorupsi Polri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia berencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor).

Menurut Juru Bicara Polri, Kombes Pol Slamet Pribadi, rencana tersebut merupakan jawaban pimpinan Polri dalam rangka melihat perkembangan situasi strategis penanganan korupsi di Indonesia.

“Artinya, karena ini melihat tantangan strategisnya adalah kejahatan yang luar biasa, maka cara menangani juga harus luar biasa, tidak boleh biasa-biasa saja. Ini yang dijawab oleh pimpinan Polri dalam rangka melihat perkembangan situasi strategisnya,” kata Kombes Pol Slamet Pribadi dalam keterangan persnya di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (19-10-2017).

Kombes Pol Slamet Pribadi meyatakan, konsep dasar pembentukan Densus Tipikor ini adalah independensi, yang secara sistem akan dibuat mirip dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Densus dipimpin oleh satu orang yang berbintang dua. Direktoratnya itu ada pencegahan, ada penyelidikan, ada analisis di situ, ada penyidikan, semua menjadi satu di situ,” jelasnya.

Saat ini, ungkap Kombes Pol Slamet Pribadi, pihaknya sedang mematangkan naskah akademik rencana pembentukan densus antikorupsi tersebut, sembari tetap menampung masukan dari berbagai pihak, baik itu yang pro maupun kontra. [*/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com