MALILI—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memacu program “Sulsel Terkoneksi” dengan memperkuat akses antarwilayah. Sabtu (6/12/2025), Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (Bimakom) Sulsel, Ir. H. Andi Ihsan, S.T., M.M, meninjau langsung kondisi ruas jalan Ussu–Nuha–Batas Sulawesi Tengah di Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Kunjungan kerja yang berfokus di Desa Kawata dan Parumpanai itu dilakukan bersama jajaran pejabat struktural Dinas Bimakom. Rombongan turun langsung menyusuri jalur yang menjadi satu-satunya akses darat masyarakat menuju ibu kota Kabupaten Luwu Timur.
Andi Ihsan menegaskan, pembangunan konektivitas menjadi mandat utama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel melalui program Sulsel Terkoneksi, yang menurutnya merupakan bentuk nyata dari implementasi sila kelima Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh masyarakat, baik di darat, laut maupun udara, memiliki akses yang terhubung dengan baik. Ruas Ussu–Nuha–Batas Sulteng adalah salah satu jalur strategis yang harus dibenahi,” ujarnya.
Putra daerah Luwu Raya itu menilai jalan tersebut memiliki arti penting bukan hanya sebagai jalur mobilitas harian warga, tetapi juga sebagai konektor utama antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
Pemprov Sulsel diketahui tengah memberi perhatian khusus pada peningkatan konektivitas antarprovinsi, termasuk penanganan ruas jalan yang menjadi penghubung strategis lintas wilayah tersebut.
“Ini langkah awal untuk pembangunan lima tahun ke depan. Jika jalur ini optimal, warga Ussu menuju Nuha tidak lagi bergantung pada kapal feri. Selain memperlancar mobilitas, jalur ini juga punya potensi besar sebagai akses wisata karena berada di sepanjang pesisir danau,” tutup Andi Ihsan. (Y5l/Ag4ys)














