Beranda Β» Internasional Β» KBRI Dar es Salaam Memulangkan 14 ABK Asal Indonesia
KBRI Dar es Salaam Memulangkan 14 ABK Asal Indonesia
Internasional

KBRI Dar es Salaam Memulangkan 14 ABK Asal Indonesia

TANZANIA – Pemerintah RI melalui KBRI Dar es Salaam, Tanzania, berhasil memulangkan 2 WNI atas Nama Andri Berliansyah dan Rio Jordan Siburian, mereka merupakan bagian dari 14 ABK WNI Kapal BUAH NAGA 1 yang berbendera Malaysia, pada hari Sabtu 4 Agustus 2018.

Keduanya telah tiba di Jakarta pada tanggal 5 Agustus 2018 dan telah ditindaklanjuti oleh BNP2TKI dengan memfasilitasi pemulangan dari Jakarta ke daerah asal.

Sebelumnya pada tanggal 21 April 2018, Pemerintah RI juga telah berhasil memulangkan 12 ABK Kapal Buah Naga 1 lainnya dari Tanzania ke Indonesia.

Penyelesaian pemulangan para ABK tersebut berhasil dilakukan setelah upaya konsultasi dan negosiasi dengan Pemerintah Tanzania selama lebih dari 6 bulan.

Sebelumnya, Kapal Buah Naga1 beserta kapten dan keempatbelas ABK WNI tersebut ditahan oleh Aparat Tanzania karena dugaan kasus Illegal Fishing (khususnya penangkapan hiu-red) serta kepemilikan senjata api di atas kapal oleh Kapten Kapal yang berkebangsaan Taiwan.

Para ABK ditahan di Kota Mtwara yang berjarak sekitar 563 Km dari Dar es Salaam (9 Jam perjalanan darat). Pasalanya, ABK dianggap tidak melakukan pelanggaran karena hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Kapten, namun keberadaan ABK diperlukan untuk menjadi saksi terhadap Kapten Kapal.

Selain itu, para ABK juga mengeluhkan tidak kondusifnya situasi kerja di atas kapal yang diakibatkan oleh perlakuan kapten yang dianggap sewenang-wenang, serta tersendatnya pembayaran gaji mereka.

Setelah serangkaian negosiasi Pemerintah setempat yang cukup rumit, 12 dari 14 ABK berhasil dibawa dari Mtwara ke Dar es Salaam dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 21 April 2018 (setelah beberapa bulan tinggal di Shelter KBRI Dar es Salaam), kecuali Andri Berliansyah dan Rio Jordan Simatupang yang harus tinggal di Mtwara untuk menjadi saksi terhadap kasus Kapten dan Kapal mereka.

Upaya lanjutan terus dilakukan untuk memindahkan mereka ke Dar es Salaam untuk dapat berkumpul bersama rekan-rekan WNI lain dan meredakan tekanan psikologis mereka yang akhirnya berhasil dilakukan pada tanggal 4 Mei 2018.

Selanjutnya dilanjutkan upaya untuk mendapatkan izin pemulangan keduanya ke Indonesia oleh Pemerintah Tanzania, khususnya dengan bernegosiasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Afrika Timur serta Kantor Penuntut Umum Tanzania.

Izin pemulangan telah berhasil didapatkan pada tanggal 3 Agustus 2018 dan keduanya segera dipulangkan ke Indonesia dengan dibiayai oleh Pemri.

Seraya melakukan upaya pemulangan para ABK tersebut, Pihak KBRI Dar es Salaam juga melakukan serangkaian upaya mediasi dan koordinasi antara ABK, pihak pemilik kapal yang berkebangsaan Malaysia bernama Dato’ Seri Lee Yee Jiat serta pihak agen (PT Dwidaya Eka Lestari) terkait isu pelunasan gaji para ABK.

Dalam kaitan ini, pada tanggal tanggal 23 Maret 2018 pihak agen telah mengirimkan gaji utama para ABK ke rekening masing-masing dan telah dikonfirmasi oleh para ABK sendiri.

Sejalan dengan arahan Presiden RI, KBRI Dar es Salaam berkomitmen untuk melakukan usaha optimal untuk menangani kasus-kasus WNI bermasalah sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Perwakilan RI dalam melakukan perlindungan terhadap WNI. [*/shar]

KBRI Dar es Salaam Memulangkan 14 ABK Asal Indonesia