Beranda » Dunia » Pelihara Hubungan baik Indonesia-Burundi, Dubes Pardede Temui Menlu Ezchiel Nibigira
Pelihara Hubungan baik Indonesia-Burundi, Dubes Pardede Temui Menlu Ezchiel Nibigira
Dunia

Pelihara Hubungan baik Indonesia-Burundi, Dubes Pardede Temui Menlu Ezchiel Nibigira

TANZANIA – Untuk terus memelihara hubungan baik dengan negara-negara sahabat di kawasan Afrika, memanfaatkan kunjungan di Burundi, Prof. Ratlan Pardede, Dubes RI Tanzania merangkap Burundi telah melakukan pertemuan dengan Ezchiel Nibigira, Menlu Burundi di Bujumbura, pada Selasa 2 Juli 2019.

Pada pertemuan dengan Menlu Nibigira, Dubes Pardede menegaskan keinginan Indonesia untuk terus meningkatkan hubungan dan keberadaanya di kawasan Afrika. Selain itu, Dubes Pardede juga determinasi Indonesia untuk dalam memperkuat hubungan perdagangan dengan Burundi.

“Hubungan perdagangan Indonesia dengan Burundi perlu untuk terus diberikan pehatian agar dapat membawa keuntungan bagi rakyat kedua negara. Kedua belah pihak perlu untuk bekerja sama untuk menjaga tren perdagangan yang positif antar kedua negara” tegas Dubes Pardede.

Hal tersebut juga diamini oleh Menlu Nibigira yang menyampaikan bahwa penguatan kerja sama ekonomi akan semakin memberikan dampak siginifikan terhadap hubungan bilateral Indonesia dengan Burundi.

“Burundi sangat mengharapkan kehadiran pengusaha dan perusahaan Indonesia untuk melakukan hubungan dagang dan berinvestasi di sini. Burundi merupakan lokasi investasi di Afrika yang masih belum terjamah, untuk itu sangat tepat bila delegasi bisnis asal Indonesia melakukan kunjungan ke Burundi” ujar Menlu Nibigira.

Di akhir pertemuan Menlu Nibigira menyampaikan keinginannya untuk dapat mengunjungi Indonesia di tahun 2020.

Burundi merupakan negara di kawasan Afrika Timur yang memiliki akses ke Danau Tanganyika dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa dan berbatasan dengan 4 negara seperti Tanzania, Kongo DRC, Zambia dan Rwanda.

Negara kecil yang menjadi penghubung antara kawasan Afrika bagian barat dengan timur sedang berusaha memperbaiki kondisi politik dan ekonominya setelah mengalami krisis sejak tahun 2015. Secara perlahan, Pemerintah Burundi berupaya memperbaiki kondisi di dalam negeri mereka. (*)