MAKASSAR—Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (Ketapang) Sulsel terus melakukan berbagai program dan inovasi dalam meningkatkan dan menjamin ketahanan pangan.
Plt Kepala Dinas Ketapang Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra mengatakan, salah satu program yang sedang berjalan yaitu, Integrated Farming System.
Dijelaskan, Integrated Farming System merupakan sistem pertanian dengan upaya memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan, pangan, hortikultura, hewan ternak dan perikanan, guna mendapatkan agro ekosistem, yang mendukung produksi pertanian (stabilitas habitat), peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam.
“Integrated Farming bicara satu kesatuan sistem pertanian terintegrasi yang lebih kepada kelompok yang ada tapi berskala kecil tapi jatah dari setiap kabupaten dan kota cuma 20 hektar yang didalam kawasan itu ada pertanian, holtikultura, rumah bibit serta lainnya, yang biasanya kita lihat hanya sawah,” terangnya.
Kemal Redindo Syahrul Putra juga mengaku Integrated Farming sudah mulai berjalan di Kabupaten Wajo. “Kemarin itu sudah mulai jalan di Kabupaten Wajo, kita bersama Menteri Pertanian melakukan penanaman jagung,” tuturnya.
Kemal menambahkan program ini, menjadi bagian dalam upaya menjaga ketahanan pangan secara merata.
“Ini menyangkut terkait ketahanan pangan untuk menjamin pangan ada secara merata, kemarin penanaman perdana jagung di wajo dihadiri pak menteri pertanian,” pungkasnya. (*)













