Advertisement - Scroll ke atas
News

Ketua BEM Kecam Pembacokan Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik UIM

872
×

Ketua BEM Kecam Pembacokan Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik UIM

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM), Muhammad Firdaus, angkat bicara terkait peristiwa pembacokan dan pengeroyokan terhadap tiga mahasiswa Fakultas Teknik UIM, Jumat (24/3/2017).

Melalui rilisnya Firdaus mengemukakan, saat itu korban bernama Dani Marwansyah, Mahasiswa Fakultas Teknik UIM hendak dikeroyok sejumlah orang tak dikenal.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kecuali Fakhruddin, yang juga adalah mahasiswa Fakultas Teknik UIM Jurusan Teknik Mesin. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 22 Maret 2017 pukul 16.00 Wita,” ujar Firdaus

Udi Setiadi selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM FT-UIM) bersama salah satu pengurusnya, Reinaldi yang melihat peristiwa tersebut berusaha melerai, namun ia pun justru menjadi sasaran pengeroyokan.

Fakhruddin lalu membacok Udi Setiadi dengan Samurai, namun masih sempat di tangkis oleh Udi dengan tangan kanan, itulah kemudian yang menyebapkan luka yang cukup parah di telapak tangan Udi Setiadi sehingga dilarikan ke RSUD Daya.

Sementara itu, Dani Marwansyah dan Reinaldi mengalami luka-luka akibat dikeroyok. Untung saja mereka tidak mengalami hal yang lebih parah sebagaimana yang dialami Udi Setiadi

“Mengingat Fakhruddin dan kawan-kawannya yang jelas bukan mahasiswa UIM, yang berjumlah kurang lebih 30 orang membawa berbagai macam senjata tajam, bahkan Rakitan (Papporo’),” jelas Firdaus.

Firdaus menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah Hukum yang dianggapnya sebagai bentuk premanisme Kampus. Ia pun telah mendampingi ketiga Mahasiswa tersebut yang menjadi korban pengeroyokan melapor ke Polsek Tamalanrea.

“Pelaku pembacokan sendiri, yakni Fakhruddin telah ditangkap oleh pihak kepolisian bersama beberapa senjata tajam dan rakitan seperti samaurai, Badik, bahkan Papporo kini disita Polsek Tamalanrea,” tambah Firdaus

Namun, Firdaus menilai terdapat kejanggalan pada peristiwa tersebut, mengingat sama sekali tidak ada tindakan pengamanan dari keamanan kampus maupun pihak birokrasi.

“Iya, secara organisasi kami tentu akan mengambil sikap atas bentuk premanisme kampus ini. Kami akan menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk mengecam tindakan brutal tersebut. Saya sendiri telah mendampingi ketiganya melapor di Polsek Tamalanrea .

Mengenai persoalan ini, lanjutnya, ia justru menilai ada kejanggalan mengingat pihak keamanan kampus sama sekali tidak melakukan apa-apa, begitu juga dosen dan staff di Fakultas Teknik.

“Fakhruddin dan kelompoknya sendiri selama ini memang sering menganggu dan mengintimidasi kami yang saat ini sedang gencar melakukan Advokasi atas berbagai persoalan di UIM, terutama mengenai polemik masa jabatan Rektor, dan kasus DO terhadap tiga Mahasiswa dari Fakultas Teknik.”

“Disinilah juga kita mesti melihat ketegasan Rektor UIM, Dr. Ir. A. Majdah M. Zain M.,SI. Kalau ketiga mahasiswa yang hanya mempertanyakan jabatannya ia keluarkan. Maka Fakhruddin dan kawan-kawannya yang jelas bukan mahasiswa UIM yang telah mengancam keselamatan nyawa orang harus di berikan sanksi yang lebih berat. Baik sanksi Akademik maupun Pidana,” tegas Firdaus. (*/shar)

error: Content is protected !!