MAKASSAR—Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, turut mendampingi kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, yang meninjau lokasi gedung DPRD pascakebakaran di Jalan AP Pettarani, Selasa (16/9/2025).
Kunjungan tersebut juga dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekwan DPRD Andi Rahmat Mappatoba, serta jajaran SKPD teknis.
Dalam kesempatan itu, Supratman menegaskan pentingnya rekonstruksi gedung DPRD yang bukan hanya sebatas memulihkan bangunan lama, tetapi menghadirkan fasilitas yang lebih representatif dan aman.
“Gedung DPRD ini bukan sekadar kantor, tetapi simbol demokrasi di Makassar. Kehilangannya jelas memberi dampak psikologis, karena itu pembangunan baru harus lebih baik, modern, dan memberi rasa aman bagi semua,” ujar Supratman.
Dirjen Cipta Karya, Dewi Chomistriana, dalam peninjauan menyebut gedung utama yang dibangun pada 1986 mengalami kerusakan berat sehingga direkomendasikan untuk dibangun ulang. Sementara gedung tambahan yang selesai pada 2024 dinilai masih layak pakai dengan perbaikan ringan.
Proses rekonstruksi diperkirakan menelan biaya hingga ratusan miliar rupiah, jauh di atas estimasi awal Rp55 miliar. Pemkot Makassar sebelumnya mengajukan konsep pembangunan gedung baru senilai Rp375 miliar dengan rencana 10 lantai.
Supratman menekankan agar seluruh proses rekonstruksi dilakukan secara transparan.
“Gedung DPRD adalah rumah rakyat, sehingga pembangunannya harus akuntabel. Kami di DPRD siap mengawal agar setiap rupiah yang digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Jika sesuai rencana, pembangunan gedung DPRD Makassar yang baru akan dimulai pada 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi rampung. Gedung ini diharapkan menjadi ikon baru demokrasi lokal yang lebih kokoh, modern, dan representatif. (Ag4ys/4dv)


















