PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto Melambung
Makassar

KKLR Sulsel Desak Pemerintah RI Bergerak Cepat Selamatkan Relawan Asal Luwu yang Ditahan Israel

309
×

KKLR Sulsel Desak Pemerintah RI Bergerak Cepat Selamatkan Relawan Asal Luwu yang Ditahan Israel

Sebarkan artikel ini
KKLR Sulsel Desak Pemerintah RI Bergerak Cepat Selamatkan Relawan Asal Luwu yang Ditahan Israel
Penahanan relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa oleh militer Israel memicu reaksi keras dari Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan.

MAKASSAR—Penahanan relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa oleh militer Israel memicu reaksi keras dari Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan.

Organisasi paguyuban masyarakat Luwu Raya itu mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan warga mereka yang ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Desakan tersebut disampaikan BPW KKLR Sulsel melalui pernyataan sikap resmi yang diterbitkan di Makassar, Rabu (20/5/2026). Mereka meminta pemerintah tidak lamban merespons situasi yang dialami Andi Angga bersama sejumlah relawan dan jurnalis asal Indonesia lainnya.

BPW KKLR Sulsel menilai penahanan relawan kemanusiaan oleh militer Israel bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut perlindungan negara terhadap warga negara Indonesia yang tengah menjalankan misi kemanusiaan internasional.

“Andi Angga datang membawa misi kemanusiaan, bukan konflik. Karena itu negara harus hadir memastikan keselamatan seluruh WNI yang ditahan,” demikian isi pernyataan BPW KKLR Sulsel, yang ditandatangani Ketua Hasbi Syamsu Ali dan Sekretaris Asri Tadda.

Andi Angga diketahui merupakan putra asal Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Ia tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Namun kapal yang mereka tumpangi dilaporkan dicegat militer Israel di kawasan Mediterania Timur.

BPW KKLR Sulsel menyebut aksi kemanusiaan yang dilakukan para relawan sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian dunia dan nilai kemanusiaan.

Karena itu, mereka mendesak Kementerian Luar Negeri RI segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, serius, dan terukur guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang ditahan, termasuk Andi Angga Prasadewa.

Selain pemerintah pusat, BPW KKLR Sulsel juga meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan aktif melakukan koordinasi serta memberikan pendampingan kepada keluarga Andi Angga di daerah.

Tak hanya itu, BPW KKLR Sulsel turut mengajak masyarakat Luwu Raya dan Sulawesi Selatan untuk mendoakan keselamatan seluruh relawan kemanusiaan agar dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.

Dalam pernyataannya, BPW KKLR Sulsel menegaskan bahwa kepedulian terhadap isu kemanusiaan merupakan bagian dari nilai siri’, pacce, dan solidaritas sosial yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Luwu Raya.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali dan Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda sebagai bentuk dukungan moral terhadap warga Luwu Raya yang kini menghadapi situasi darurat di luar negeri. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com