Beranda Β» Makassar Β» Lurah Camba Berua Akui Tower BTS Jl. Sabutung Baru Raya Tak Berizin
Makassar

Lurah Camba Berua Akui Tower BTS Jl. Sabutung Baru Raya Tak Berizin

Makassar, Kisruh keberadaan Tower kontrak tower Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di atas rumah H. Hamid, warga Jl. Sabutung Baru Raya No. 9, RT. 01/ RW. 02, kelurahan Camba Barua, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, yang di komplain warga, akhirnya dipastikan tidak memiliki izin.

Hal itu sebagaimana disampaikan lurah Camba Berua, Ichlas, S.Sos, bahwa jika pihak teangga tidak memberikan izin, maka dipastikan pembangunan tower tidak akan diberikan izin, dan akan segera dilakukan penertiban.

“Tower tersebut belum memiliki izin pembanguan, dan jika pihak tetangga tidak memberikan izin, maka dapat dipastikan tower tersebut tidak akan dilanjutkan. Dan di minggu depan pihak pemerintah dalam hal ini kelurahan akan menertibkan pembangunan tersebut yang jelas sangat melanggar karena izinnya tidak bisa diterbitkan oleh pemerintah,” jelas Ichlas kepada medai sulsel, Jum’at (6/7)

Sementara itu Plt. Camat Ujung Tanah, , Ibrahim Ch Said, mengaku kurang mengetahui apakah ada izin atau tidak. Hanya sepengetahuan dirinya tower tersebut sedang mengurus surat izin pembangunan tower, bahkan untuk lebih jelasnya, Ibrahim meminta untuk bertanya langsung ke pihak kelurahan setempat yakni lurah camba berua.

Untuk diketahui, kisruh keberadaan tower tersebut sebagaimana telah diberitakan mediasulsel.com sebelumnya, bermula dengan berakhirnya kontrak atas tower dimaksud untuk 5 tahun bertama pada oktober 2017 lalu, namun keinginan perpanjangannya ditolak oleh Nenek Mani (80) yang merupakan tetangga atas lahan tempat berdirinya tower tersebut.

Sementara Nenek Mani merasa sangat dizolimi, apalagi surat penolakan atas berdirinya tower yang dainggap warga dibangun secara sembunyi-sembunyi tersebut dan telah dikirimkannya ke pemerintah kota Makassar hingga saat ini belum mendapatkan reaksi apapun.

Lebih mirisnya akibat cekcok perkara ini, anak (Niar) dan menantu(Dg. Sudding) Nenek Mani harus meringkuk dalam tahanan Polsek Ujung Tanah, dengan tuduhan pengrusakan rumah H. Hamid pemilik rumah tempat dimana bangunan tower BTS tersebut berdiri.

Berdasarkan ketrangan Nenek Mani, cekcok yang berujung pengrusakan tersebut berawal ketika anak H. Hamid, menantang Dg. Sudding dengan membawa senjata tajam, yang akhirnya memancing emosi Dg. Sudding, sehingga terjadi keributan yang berujung pada pengrusakan rumah H. Hamid tersebut.

Sementara itu Waka Polsek Ujung Tanah, menilai tindakan yang dilakukan Dg. Sudding adalah pengrusakan rumah dan untuk itu akan dilakukan pemeriksaan demikian juga halnya dengan Niar istri dg. Sudding, akan diperiksa, sementara untuk izin tower yang menjadi pemicu kejadian akan diselidiki kebenaran lebih lanjut. (70n/464Ys)