PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Makassar

Kecamatan Makassar Didorong Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga

78
×

Kecamatan Makassar Didorong Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
SMEP Kec Makassar
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, saat membuka kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Kecamatan Makassar di Kantor Kecamatan Makassar, Kamis (20/8/2026).

MAKASSAR — Kecamatan Makassar didorong menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Penguatan peran kader PKK dinilai menjadi kunci untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dari tingkat keluarga.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, saat membuka kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Kecamatan Makassar di Kantor Kecamatan Makassar, Kamis (20/8/2026).

Melinda mengatakan persoalan sampah harus ditangani sejak dari sumbernya, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah hingga tempat pemrosesan akhir. Karena itu, keluarga menjadi titik awal yang penting dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah.

“Masalah sampah tidak bisa lagi kita serahkan sepenuhnya kepada petugas kebersihan di TPA. Solusi paling efektif harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu dari rumah tangga itu sendiri,” tegasnya.

Menurut Melinda, karakteristik Kecamatan Makassar sebagai wilayah dengan permukiman padat dan mobilitas masyarakat yang tinggi membutuhkan pendekatan pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Kader PKK, khususnya Dasawisma, diminta menjadi penggerak edukasi di lingkungan masing-masing. Masyarakat didorong membiasakan pemilahan sampah organik, seperti sisa makanan dan sampah dapur, dengan sampah anorganik berupa plastik, kertas dan botol.

Melinda juga meminta Bank Sampah Unit di tingkat kelurahan dan RW dimaksimalkan. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi sehingga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.

Sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun eco-enzyme untuk mendukung penghijauan lorong melalui program Sombere & Smart City. Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap keluarga.

Selain isu lingkungan, Melinda menegaskan SMEP juga menjadi momentum mengevaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, termasuk penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis UMKM dan peningkatan kualitas pendidikan anak.

Ia berharap hasil SMEP 2026 dapat melahirkan langkah perbaikan yang konkret dan memperkuat kolaborasi antara kader PKK, pemerintah kecamatan, kelurahan serta masyarakat.

“Kita ajak tetangga kanan dan kiri kita untuk memahami bahwa rumah yang bersih dan sampah yang terkelola adalah awal dari keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Dengan penguatan peran kader hingga tingkat dasawisma, Kecamatan Makassar diharapkan mampu menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sekaligus memperkuat gerakan kebersihan lingkungan di tingkat lorong.(70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com