PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi Persidangan
Makassar

Lurah Manggala Tantang Warga Ubah Pola Pikir, Sampah Bisa Jadi Emas

141
×

Lurah Manggala Tantang Warga Ubah Pola Pikir, Sampah Bisa Jadi Emas

Sebarkan artikel ini
Lurah Manggala, Syukri Abbas,
Lurah Manggala, Syukri Abbas di hadapan jamaah Masjid Al Hidayah, Kecamatan Manggala, usai salat Jumat (17/4)26), didampingi Ketua Masjid Andi Pasamangi Wawo.

MAKASSAR—Sampah tak lagi sekadar persoalan klasik, tapi peluang ekonomi yang nyata. Lurah Manggala, Syukri Abbas, menantang warganya untuk berhenti mengeluh dan mulai mengelola sampah dari rumah.

Ajakan itu disampaikan Syukri di hadapan jamaah Masjid Al Hidayah, Kecamatan Manggala, usai salat Jumat (17/4)26), didampingi Ketua Masjid Andi Pasamangi Wawo.

“Sampah ini masalah bersama. Tapi kalau dikelola dengan baik, justru bisa jadi sumber nilai ekonomi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kunci utamanya ada pada kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga. Sampah organik bisa difermentasi menjadi pupuk, sementara sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan karton bisa ditabung melalui bank sampah, bahkan ditukar menjadi emas lewat program pegadaian.

Manfaat itu, kata Syukri, bukan sekadar teori. Warga RW 05 Kelurahan Manggala sudah merasakannya melalui program urban farming.

“Saya tadi ikut panen terong dan kacang panjang bersama RT dan RW. Pupuknya dari kompos sampah. Kalau ini konsisten, warga tidak perlu lagi ke pasar untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan potensi besar dari pengelolaan sampah di wilayahnya. Kehadiran investor yang akan membangun pembangkit listrik berbahan baku sampah di TPA Tamangapa disebut bakal membawa dampak signifikan, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal hingga 70–80 persen.

Menariknya, kebutuhan bahan baku pembangkit listrik itu diperkirakan mencapai 1.000 ton sampah per hari, sementara produksi sampah Kota Makassar saat ini baru sekitar 800 ton.

“Artinya, ke depan bukan lagi kelebihan sampah, tapi justru bisa kekurangan. Ini peluang besar,” jelasnya.

Untuk menutup kekurangan itu, Pemerintah Kota Makassar bahkan telah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Maros dan Gowa.

Di akhir, Syukri mengingatkan warga agar tidak hanya berharap manfaat, tetapi juga berkontribusi aktif, mulai dari disiplin membuang sampah hingga membayar retribusi sesuai jadwal melalui RT dan RW.

“Kalau semua bergerak, sampah bukan lagi beban. Tapi berkah untuk Manggala,” pungkasnya. (4pw)

Lurah Manggala Tantang Warga Ubah Pola Pikir, Sampah Bisa Jadi Emas
Sampah tak lagi sekadar persoalan klasik, tapi peluang ekonomi yang nyata. Lurah Manggala, Syukri Abbas, menantang warganya untuk berhenti mengeluh dan mulai mengelola sampah dari rumah.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com