PAREPARE—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 113 Kelurahan Lemoe kembali melaksanakan demonstrasi inovatif mengenai pembuatan pupuk organik cair dan bakteri fotosintetik, di dua lokasi, yaitu Padaelo dan Bilalang, Kelurahan Lemoe, pada Kamis (16/01/2025).
Demonstrasi ini memanfaatkan bahan-bahan alami seperti air cucian beras, molases, EM4, serta limbah telur dan vetsin, dengan tujuan untuk mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan efisien.
Hanna Aulia Hafsari, salah seorang mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa pupuk organik cair yang terbuat dari air cucian beras, molases, dan EM4 dapat meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki struktur tanah.
“Kami mengajak para petani untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat dan hemat biaya,” ujar Hanna.
Selain itu, mahasiswa KKN juga memperkenalkan pembuatan bakteri fotosintetik dari limbah telur dan vetsin yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman secara alami.
“Bakteri fotosintetik ini dapat membantu proses fotosintesis tanaman, sehingga hasil panen menjadi lebih optimal,” ungkap Michael, mahasiswa KKN lainnya.
Ketua RW 03 Kelurahan Lemoe, H. Efendi, mengapresiasi program ini.
“Program ini mendapat respon yang sangat baik dari warga. Tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi praktis untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.
Demonstrasi ini diikuti dengan antusias oleh warga setempat yang berharap dapat mengimplementasikan teknologi ini di lahan pertanian mereka.
Selain itu, mahasiswa KKN juga membagikan poster panduan dan sampel produk untuk mendorong penerapan lebih lanjut di kalangan petani lokal.
Diharapkan, program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang dan menjadi model baru dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian secara ramah lingkungan. (Cj/Ag4ys)
Citizen Jurnalisme: Wisnu Saputra Linggis (Mahasiswa Teknik Elektro Unhas)













