SIDRAP – Upaya menekan risiko penyebaran demam tifoid (tipes) di kalangan anak usia sekolah terus diperkuat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kesehatan bertajuk SEHAT (Sekolah Hindari Demam Tifoid) di SD Negeri 4 Kulo, Desa Kulo, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (22/7/2026).
Program ini menyasar siswa kelas V dan VI dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai bahaya demam tifoid, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan memilih makanan maupun minuman yang higienis.
Edukasi dikemas secara interaktif melalui presentasi, pemutaran video, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta mengikuti pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah edukasi selesai.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Siswa juga diajak mengenali gejala awal penyakit, seperti demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, hingga penurunan nafsu makan agar lebih waspada terhadap risiko infeksi.
Kepala SD Negeri 4 Kulo, Nur Zakiah Kadong, S.Pd.SD., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah.
“Pencegahan penyakit menular seperti demam tifoid sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari anak-anak, terutama menjaga kebersihan tangan sebelum makan dan memilih jajanan yang bersih. Edukasi interaktif seperti ini sangat bermanfaat dalam menanamkan kesadaran hidup sehat kepada siswa,” ujarnya.
Program SEHAT diinisiasi Zhafirah Alya Azhilah M., mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan Lingkungan Universitas Hasanuddin. Pelaksanaannya didukung oleh seluruh mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Desa Kulo yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Melalui program ini, mahasiswa berharap pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya PHBS semakin meningkat sehingga risiko penularan demam tifoid di lingkungan sekolah dapat diminimalkan. Edukasi tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan berprestasi. (Mp/ Ag4ys)
Citizen Reporter: Zafira Alya Azhilah M. (Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unhas)













