JENEPONTO—Bupati Jeneponto, Paris Yasir menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar di Ruang Rapat Kantor Bupati Jeneponto, Kamis (10/4/2025).
Audiensi ini dihadiri langsung oleh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, Kepala Dinas Kesehatan, Syusanti, serta perwakilan dari Universitas Hasanuddin yang dipimpin oleh Dr. Syamsuar.
Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan oleh mahasiswa dari 5 fakultas, yakni Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Farmasi.
Dr. Syamsuar menyampaikan, hingga saat ini terdapat sekitar 1.000 mahasiswa yang telah terdaftar dalam program KKN Profesi Kesehatan UNHAS. Dari jumlah tersebut, direncanakan sebanyak 300 hingga 350 mahasiswa akan ditempatkan di Kabupaten Jeneponto.
“Untuk penempatan, kami telah mendiskusikan di tingkat kampus dan mengusulkan beberapa kecamatan yang berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bantaeng, yakni Kecamatan Tarowang, Batang, Arungkeke, dan Binamu. Rencananya, mahasiswa akan disebar ke seluruh desa dan kelurahan di kecamatan tersebut dengan komposisi sekitar 10 orang per titik,” ungkap Dr. Syamsuar.

Sedangkan, Bupati Jeneponto, Paris Yasir menyampaikan, apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KKN di wilayahnya. Ia berharap kehadiran para mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang kesehatan, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dalam pola hidup masyarakat.
“Ada banyak hal yang menjadi kesyukuran bagi kami di Kabupaten Jeneponto ketika ada mahasiswa KKN yang datang. Kami berharap selama berada di Jeneponto, adik-adik mahasiswa bisa mengembangkan ide, gagasan, dan pola hidup yang sehat, terutama dalam mendukung upaya penurunan angka stunting,” tutur Bupati Jeneponto, Paris Yasir.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanti, turut menyambut baik program KKN Profesi Kesehatan ini. Ia menegaskan kesiapan Dinas Kesehatan dalam mendukung pelaksanaan KKN, termasuk dalam hal pembinaan dan pendampingan mahasiswa di lapangan.
“Kami melihat ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan di masyarakat. Mahasiswa bisa menjadi mitra kami dalam edukasi kesehatan, pendampingan ibu hamil, penanganan stunting, hingga promosi perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Syusanti. (*)



















