OPINI—Makassar Creative Hub (MCH) telah muncul sebagai salah satu program paling inspiratif di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai pusat kreativitas yang didedikasikan untuk anak muda, MCH bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wadah yang memfasilitasi pertumbuhan ide-ide baru, kolaborasi antar generasi, dan inovasi di tengah tantangan perkotaan.
Saya melihat bahwa MCH menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam menggerakkan ekonomi kreatif di Kota Makassar, yang sebelumnya sering terlupakan karena perhatian lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur.
Namun, kini pemerintah berhasil menciptakan keseimbangan antara pengembangan ruang kreatif dengan pembangunan infrastruktur kota.
Pada era digital saat ini, banyak anak muda di Makassar yang terperangkap dalam rutinitas sehari-hari tanpa mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan karya mereka.
Makassar Creative Hub hadir untuk mengatasi masalah tersebut dengan menawarkan berbagai program berkualitas, seperti workshop, seminar, forum diskusi, dan berbagai acara menarik yang dapat diikuti oleh semua kalangan.
Berbagai program yang diselenggarakan mencakup workshop creative writing, personal branding, pemasaran media sosial, serta lokakarya lainnya, termasuk program terbaru bernama LOSARIA yang diadakan di Anjungan Pantai Losari dan Ruang Kreatif MCH.
Saya yakin tanpa adanya tempat seperti ini, banyak bakat muda akan terlupakan di tengah laju perkembangan kota yang pesat, di mana perhatian lebih banyak tertuju pada sektor formal seperti infrastruktur dan perdagangan tradisional.
MCH turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan dukungan MCH, anak muda dapat mengembangkan produk seperti fashion lokal, aplikasi digital, atau konten media sosial yang bernilai ekonomis.
Data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menunjukkan bahwa sektor ini berkontribusi hingga 7% terhadap PDB nasional, dan di Makassar, MCH telah membantu beberapa startup kreatif meraih pendanaan awal.
Meski demikian, masih terdapat kendala seperti minimnya dana dari pemerintah dan anggapan bahwa kegiatan kreatif dianggap kurang serius menjadi penghambat perkembangan.
Saya berpendapat bahwa pemerintah daerah perlu lebih proaktif dalam mendukung MCH, baik lewat subsidi maupun kerja sama dengan universitas, agar kreativitas anak muda tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Selain itu, MCH memainkan peran edukasi yang cukup penting. Banyak anak muda di Makassar berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk mereka yang kurang akses pendidikan formal.
Melalui program mentoring dan pelatihan, MCH turut bekerja sama dengan berbagai komunitas yang mampu mengajarkan keterampilan seperti desain grafis, fotografi, atau pelatihan content creator yang sering kali tidak tersedia di bangku sekolah. Situasi ini jelas membuka kesempatan untuk inklusi sosial, dimana kreativitas berperan sebagai sarana mengurangi kesenjangan.
MCH bisa dijadikan teladan bagi kota-kota lain di Indonesia karena menunjukkan bahwa investasi pada kreativitas pemuda mampu mengubah wajah kota yang sebelumnya stagnan menjadi lebih dinamis.
Makassar Creative Hub secara keseluruhan menunjukkan bahwa generasi muda Makassar memiliki kapasitas untuk membangun masa depan kota mereka. MCH bukan sekadar ruang pertemuan, melainkan sebuah platform inovasi yang mendukung perkembangan secara menyeluruh.
Saya mengajak semua elemen, mulai dari pemerintah hingga komunitas, untuk memberikan dukungan pada inisiatif seperti ini, agar kreativitas tidak lagi dianggap sebagai sisi pinggiran, melainkan inti dari kemajuan sebuah daerah. Dengan demikian, kita dapat menyaksikan lebih banyak generasi muda yang tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga mampu merealisasikannya. (*)
Penulis:
Nur Sabrina Nasruddin
(Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMI – Pemerhati Kreatif)
Disclaimer:
Setiap opini, artikel, informasi, maupun berupa teks, gambar, suara, video, dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab masing-masing individu, dan bukan tanggung jawab Mediasulsel.com.










