Dimomen Hari Pahlawan, Direktur RSUD Labuang Baji, drg. Abdul Haris Nawawi mengatakan pahlawan adalah yang berjuang keras mempertahankan tanah air tercinta, salah satunya di Surabaya, Jawa Timur pada 75 tahun lalu yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Hal itu harus sangat disyukuri karena berkat kerja keras para pahlawan itu, Indonesia merdeka dan bebas dari penjajahan.

Haris mengatakan untuk saat ini, bukan cuma yang berjuang di medan peperangan yang dikatakan pahlawan melainkan punya arti luas.

“Arti pahlawan sesungguhnya menurut saya, adalah orang orang yang berjasa untuk memajukan negeri ini tanpa mengharapkan imbalan apapun. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga mereka untuk kemajuan negeri ini, orang yang berjuang tanpa pamrih,”Ungkap Haris Nawawi. Kamis (12/11).

Haris juga Mengaku definisi pahlawan untuk tiap orang berbeda beda, mereka punya tingkatan masing masing untuk menghargai jasa seseorang yang layak mereka sebut sebagai pahlawan.

“Setiap orang mendefenisikan pahlawan berbeda-beda, Bisa itu orang yang berjuang untuk kemerdekaan, guru di sekolah, dokter, wartawan dan orang orang yang turut menginspirasi orang lain.” Ujar Abdul Haris.

Lebih jauh ia Menyampaikan Terkhusus didunia kesehatan,apa lagi ditengah pandemi covid – 19 ini. Dokter atau yang bekerja di dunia kesehatan mereka adalah ujung tombak dimasa pandemi dan mereka adalah pahlawan kemanusiaan. Mereka rela meninggalkan keluarga, berkorban jiwa dan raga untuk bisa menekan tingkat penyebaran covid – 19 agar bisa lebih terkontrol di masyarakat.

“Dan itu tadi saya sampaikan bukan cuma angkat senjata dikatakan pahlawan. Banyaklah yang bisa dikatakan pahlawan seperti kepolisian yang bisa menekan angka kriminal di tengah masyarakat dan juga wartawan pun bisa menjadi pahlawan dengan memberikan informasi yang benar ditengah masyarakat dengan edukasi dan mendidik.” Pungkasnya.

Mantan Direkturr RSUD Haji Menambahkan di momentum hari pahlawan dapat menjadi ajang introspeksi diri, agar lebih baik dan lebih membantu masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan bantuan yang bisa dilakukan.

” Kalau saya di dunia medis, apa yang bisa saya bantu saya akan bantu, kenapa tidak!, contohnya kemarin ada yang kami bantu di Unit Gawat Darurat (UGD) seorang pasien harus menjalani operasi tumor di bagian paha sementara dia orang tidak mampu secara ekonomi. Karena membutuhkan pertolongan medis dengan cepat, pihak rumah sakit Labuang Baji bersama sejumlah Doktepun memberikan pengobatan gratis kepada pasien tersebut, .” Tutupnya. [*]