BRNO—Pembalap Ducati, Marc Marquez, kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih kemenangan sprint ke-11 musim ini di ajang MotoGP Ceko, Sabtu (19/7/2025). Namun, kemenangan kali ini tidak diraih dengan mudah. Marquez sempat dipaksa melambat karena tekanan ban motornya di bawah ambang batas regulasi.
Bersama rekan setimnya di Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, Marquez harus rela melepaskan posisi terdepan demi menghindari penalti delapan detik akibat tekanan ban yang terlalu rendah. Marquez, yang sudah enam kali menjadi juara dunia, memilih strategi cerdas: tetap menempel ketat pembalap KTM, Pedro Acosta, untuk menaikkan suhu dan tekanan ban.
“Saya hanya berusaha tetap dekat dengan Acosta agar suhu ban naik dan tekanan kembali sesuai aturan. Setelah itu, saya baru tancap gas di lap-lap terakhir,” ungkap Marquez dengan senyum puas.
Strategi itu terbukti efektif. Dua lap menjelang finis, Marquez berhasil menyalip Acosta dan menyentuh garis akhir sebagai pemenang. Pihak MotoGP pun mengonfirmasi bahwa tidak ada tindakan penalti yang dikenakan terhadap pembalap asal Spanyol tersebut.
Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Marc Marquez di puncak klasemen pembalap dengan raihan 356 poin. Ia unggul jauh dari adiknya sendiri, Alex Marquez, yang terpaku di posisi kedua dengan 261 poin—selisih 95 poin—setelah hanya mampu finis di urutan ke-17 akibat start buruk.
Sementara itu, podium ketiga diraih pembalap KTM-Tech3, Enea Bastianini, yang baru kembali berlaga usai absen di seri sebelumnya karena operasi usus buntu. Bagi Pedro Acosta, finis kedua menjadi podium sprint pertamanya sejak MotoGP Aragon 2024.
“Awal musim ini sangat berat, mungkin yang tergelap dalam karier saya. Tapi sekarang saya kembali naik podium, dan rasanya luar biasa. Terima kasih untuk semua tim KTM dan orang-orang yang mendukung saya,” ujar Acosta, yang masih berusia 21 tahun.
Di sisi lain, Bagnaia harus puas finis di posisi ketujuh setelah disalip Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia di tikungan terakhir. Juara dunia bertahan, Jorge Martin, finis ke-11 dalam comeback-nya setelah sempat absen panjang akibat kecelakaan di Qatar yang menyebabkan paru-parunya kolaps dan tulang rusuk memar.
MotoGP Ceko kali ini menjadi bukti betapa strategi, teknis, dan ketahanan fisik pembalap menjadi penentu utama di lintasan. Dan Marc Marquez, sekali lagi, membuktikan dirinya belum habis. (Ag4ys)


















