MAKASSAR – Salma, seorang guru sukarela yang telah dinaikkan statusnya menjadi guru honorer Pemkot Makassar, dengan SK Wali Kota Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tak kuat menahan haru.
Ia pun terdengar menangis sembari memberi sambutan sebagai ketua panitia kegiatan dan menyebut dirinya dan ribuan guru honorer Makassar secara ikhlas mendukung Danny Pomanto (DP) sebagai wali kota di periode keduanya.
“Memang kami adalah guru honorer, bekerja secara sukarela dengan gaji tak seberapa. Tapi alhamdulillah, berkat bapak Wali Kota kami akhirnya memiliki harapan. Jangan khawatir pak Wali, kami menyatakan secara sukarela dan ikhlas siap berjuang bersama dan serta mendukung Bapak kembali menjadi wali kota periode 2019-2024,” ucapnya langsung mendapat sambutan ribuan relawan pendidikan yang hadir dengan teriakan “oppoki.”
Pernyataan Salma yang telah diamini teman-teman seprofesinya tersebut disampaikannya saat temu kangen 3.000-an relawan pendidikan se-kota Makassar di Akkarena Tanjung Bunga, Minggu, (27/8/2017).
Tidak hanya Salma, Relawan Pendidikan (RP) Kecamatan Bontoala seakan tak mau kalah. Pada persembahan vokal group yang dipentaskan di atas panggung, mereka melantunkan lagu “Kusayang DP” merupakan gubahan dari lagu berjudul “Dia” yang dipopulerkan Anji.
“Oh Tuhan…Kucinta DP, …Kusayang RP…Inginkan SK… ” kutipan lagu yang dinyanyikan disambut standing applause oleh DP.
Seperti diketahui, sebanyak 18.000 guru sukarela di SK-an Danny sebagai guru honorer Pemkot Makassar.
Dalam sambutannya, Danny atau juga dikenal dengan akronim DP menyampaikan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi Negeri ini.
Terlebih lagi kota Makassar yang memiliki konsep 18 revolusi pendidikan. Hari ini lanjut Danny dibutuhkan banyak pengajar- pengajar yang bisa mengajar dengan tenang.
“Karena itu kenapa saya berani menerima 18.000 guru sukarela menjadi guru honor, karena itu panggilan kebutuhan. Karenanya saya terus meminta guru melengkapi bekal sebagai guru yang baik, sebagai teladan,” ujarnya.
Danny mengaku sangat konsen dengan kualitas dan kesejahteraan guru, karena gurulah yang menentukan sumber daya manusia di kota ini. “Alasan lain karena saya adalah anak guru,” pungkasnya. (alv/shar)


















