Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Kehadiran Danny Pomanto di Griya Idulfitri Munafri Arifuddin, Simbol Kebersamaan Kota Makassar

1397
×

Kehadiran Danny Pomanto di Griya Idulfitri Munafri Arifuddin, Simbol Kebersamaan Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Kehadiran Danny Pomanto di Griya Idulfitri Munafri Arifuddin, Simbol Kebersamaan Kota Makassar
Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, menjadi saksi pertemuan penting di Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menggelar griya atau open house pada Senin (31/3/2025), yang dihadiri berbagai tokoh, termasuk mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto.

MAKASSAR—Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, menjadi saksi pertemuan penting di Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menggelar griya atau open house pada Senin (31/3/2025), yang dihadiri berbagai tokoh, termasuk mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto.

Kehadiran Danny Pomanto bersama istrinya, Indira Yusuf Ismail, menjadi sorotan. Momen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan rekonsiliasi di tengah dinamika politik Makassar. Dalam suasana penuh kehangatan, Danny disambut langsung oleh Munafri, menunjukkan bahwa Idulfitri menjadi ajang silaturahmi yang melampaui sekat-sekat perbedaan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Selain Danny Pomanto, acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Pj Sekretaris Daerah Irwan Adnan, serta sejumlah pejabat Pemkot Makassar, termasuk kepala OPD dan camat. Konsulat Jenderal Australia Todd Dias dan Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar Ohashi Koichi turut hadir, memperkuat nuansa kebersamaan lintas sektor dan budaya.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa griya Idulfitri ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol persatuan dan kebersamaan.

“Hari ini kita menerima berbagai kolega, termasuk Pak Danny Pomanto dan Ibu Indira. Ini menunjukkan bahwa Makassar adalah kota yang inklusif, di mana silaturahmi selalu menjadi jembatan utama membangun kebersamaan,” ujar Munafri.

Danny Pomanto pun menyambut baik momen ini dan mengapresiasi inisiatif Munafri dalam membangun komunikasi yang harmonis antarwarga Makassar.

“Idulfitri adalah momentum menyatukan hati, menghapus sekat, dan mempererat silaturahmi. Semoga semangat ini terus terjaga untuk kebaikan Makassar ke depan,” ungkap Danny.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh Forkopimda dan forum lintas agama, semakin mempertegas bahwa Makassar adalah kota yang kuat dalam kebersamaan. Munafri menekankan pentingnya kolaborasi tanpa sekat dalam membangun kota yang lebih baik.

“Kita ingin memastikan bahwa Makassar terus bergerak maju dengan kebersamaan. Tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi, semua harus bersatu untuk kemajuan kota ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Munafri dan Melinda Aksa melaksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi, yang juga dihadiri oleh ribuan masyarakat. Salat dipimpin oleh imam asal Yaman, Syekh Abdul Aziz Alareqi, dengan khotbah oleh Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin H. Abd. Safa.

Dengan momen griya Idulfitri yang mempertemukan berbagai pihak, Munafri berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, demi Makassar yang lebih harmonis, inklusif, dan maju.

“Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang merajut kembali kebersamaan. Mari kita jadikan ini sebagai langkah awal menuju Makassar yang lebih baik,” tutupnya. (*/70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!