Kadisdag Sulsel Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil Jelang Ramadhan
Ashari Fakhsirie Radjamilo MSi, Kepala Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan.

MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel terus mendorong percepatan pembangunan pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel Ashari Fakshirie Radjamilo mengaku progres Pelabuhan Daratan atau Dry Port terus berjalan maksimal bahkan untuk di kabupaten jeneponto telah tersedia lahan seluas tiga sampai empat hektar.

“Untuk pelabuhan daratan atau dry Port di kabupaten Jeneponto sudah tersedia lahan kurang lebih 3 sampai 4 hektar yang tepatnya berada di kampung Cinong kelurahan Tonrokasi kecamatan Tamalatea,” ungkapnya, Senin (24/5/2021).

Ia menyebutkan Lahan ini merupakan milik pemerintah daerah kabupaten Jeneponto.

“Kabupaten jeneponto melalui Bupati telah menyiapkan secara maksimal bahkan telah dilakukan  perjanjian kerjasama (PKS) antara Plt Gubernur sulsel bersama PT. Pelindo 4  untuk pembangunan Dry Port beberapa waktu yang lalu,” sebutnya.

Ashari Fakshirie Radjamilo lebih jauh mengaku dalam waktu dekat akan dibentuk tim kajian untuk melakukan studi kelayakan.

“Dalam waktu dekat kita akan membentuk tim kajian untuk melakukan studi kelayakan yang diharapkan semuanya berjalan lancar,” tuturnya.

Mantan PJ Sekprov Sulsel juga mengaku untuk dua daerah lainnya yaitu di kabupaten barru dan sidrap sejauh ini maka dilakukan penjajakan lebih lanjut

“Di Kabupaten Barru dan Sidrap, kita masih kaji, kalau keluarki studi kelayakannya bru pemprov Sulsel akan lakukan aksi, Tapi sejauh ini yang paling siap adalah di kabupaten jeneponto, apa lagi sudah dilakukan PKS,” tuturnya.

Ia menambahkan, hadirnya Dry Port akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat

“Gubernur Sulsel berharap hadirnya Dry Port akan muncul titik tumbuh ekonomi baru di sulsel khususnya di kabupaten jeneponto karena disana akan menyerap banyak tenaga kerja dengan adanya kegiatan bongkar muat barang, yang secara langsung akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendorong pendapatan asli daerah (pad),” pungkas mantan Pj Bupati Bantaeng. (*)