MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar mengaku kesulitan mendeteksi varian Omicron. Hal itu dikarenakan hingga hari ini Pemerintah Kota Makassar belum memiliki peralatan dan reagen untuk mendeteksi varian baru Covid-19 itu.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, bahwa alat pendeteksi Omicron belum ada di Makassar.
Lebih jauh dr. Ida, sapaan akrab Kadinkes Makassar, menuturkan meski penularan virus Omicron dinilai lima kali lebih cepat dibanding varian Delta.
Hanya saja, menimbulkan daya rusak yang rendah. Omicron juga lebih mudah melangkahi sistem imun yang dibentuk berkat vaksin.
Tapi tak terlalu merusak paru-paru dibanding varian Delta. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada kasus yang dicurigai di Kota Makassar.
“Belum ada kasus dicurigai dan dikirim ke balitbangkes, ini baru berkoordinasi dengan provinsi,” tukas dr. Ida, Kamis (6/01/2022)
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku sudah meminta pihak laboratorium untuk menguji alat pendeteksi Covid-19 yang sebelumnya mampu mendeteksi varian Delta.
“Saya sudah perintahkan laboratorium kita untuk mengkonsultasikan kepada pabrik. Kan kita maunya lab itu pakai Reagen adaltis. Reagen yang bisa mendeteksi varian Delta plus kemarin. Kami coba minta rekomendasi apakah Omicron bisa dia deteksi karena reagen kita itu sangat sensitif,” ungkapnya.
Epidemiolog Universitas Hasanuddin Makassar, Ansariadi mengatakan, covid-19 varian omicron cepat atau lambat akan masuk di Makassar.
Alasannya, karena mobilitas penduduk antardaerah yang tak bisa dicegah. Bahkan ada kemungkinan varian tersebut sudah masuk ke Makassar.
“Boleh jadi sudah ada juga di Makassar hanya karena belum diperiksa sehingga tidak ditemukan,” tegasnya.
Menurutnya, tak ada perbedaan pencegahan omicron dengan varian sebelumnya, sehingga mitigasi dianggap tidak begitu sulit, diantaranya tetap melakukan vaksinasi, penggunaan masker dan tetap disiplin jaga jarak. (*)













