MAKASSAR—Polemik pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 terus bergulir. Setelah ramai dikeluhkan di media sosial terkait kualitas race pack, kini peserta kembali meluapkan kekecewaan saat proses pengambilan perlengkapan lomba pada hari kedua, jumat (29/5/2026).
Keluhan memuncak ketika sejumlah pelari mengetahui stok jersi lomba untuk beberapa ukuran telah habis. Di lokasi pengambilan race pack, panitia disebut hanya menyediakan sisa ukuran kecil, yakni S dan SS, sementara peserta yang sejak awal mendaftar dengan ukuran lebih besar tidak mendapatkan jersi sesuai data pendaftaran mereka.
Situasi tersebut memicu protes dari peserta yang merasa hak mereka tidak terpenuhi. Sejumlah pelari mengaku telah mencantumkan ukuran pakaian saat registrasi, namun saat pengambilan perlengkapan justru tidak mendapatkan ukuran yang sesuai.
Kekecewaan sebenarnya sudah mulai muncul sejak Kamis (28/5/2026). Banyak peserta menyampaikan keluhan melalui media sosial setelah menerima race pack yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi, baik dari sisi kualitas perlengkapan maupun kemasan yang diberikan panitia.
Berbagai unggahan peserta kemudian viral dan memancing respons publik. Kritik tidak hanya menyasar kualitas perlengkapan lomba, tetapi juga menyentuh aspek manajemen penyelenggaraan yang dinilai kurang matang.
Sorotan publik semakin menguat karena biaya pendaftaran MHM 2026 tergolong tinggi. Untuk mengikuti ajang ini, peserta diketahui membayar biaya registrasi berkisar Rp600 ribu hingga Rp750 ribu per orang, tergantung kategori yang diikuti.
Dengan biaya tersebut, banyak peserta berharap mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sebanding, termasuk ketersediaan perlengkapan lomba sesuai spesifikasi yang dijanjikan sejak awal pendaftaran.
Di tengah derasnya kritik, perhatian publik kini tertuju pada transparansi dan pengelolaan event. Pasalnya, Makassar Half Marathon 2026 juga mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Makassar yang mencapai Rp2,5 miliar, di luar kontribusi sponsor serta pendapatan dari biaya registrasi ribuan peserta.
Hingga Jumat malam, gelombang keluhan dari peserta masih terus bermunculan di media sosial, menjadikan penyelenggaraan MHM 2026 sebagai salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan menjelang hari pelaksanaan lomba. (Ag4ys)













