Adanya sikap taawun dan amar ma’ruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat akan menentukan pula sehat tidaknya sebuah masyarakat, sehingga anak-anak pun juga akan merasa dibantu untuk tetap istiqamah dalam ketaatan, dan segera diluruskan saat mulai melakukan penyelewengan.
Keempat, Negara berperan menyediakan pendidikan berbasis akidah Islam. Sehingga dari lembaga pendidikan terbentuk generasi yang memiliki syakhsiyyah Islam (kepribadian Islam) yaitu memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan ajaran Islam.
Selain itu, Islam mewajibkan negara untuk menjamin setiap anak memperoleh pendidikan berkualitas dengan mudah.
Negara juga akan melindungi generasi dari berbagai agenda yang unfaedah, Juga melindungi mereka dari berbagai pemikiran yang merusak. Serta akan sanggup mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dan generasi, mendesain kurikulum terintegrasi untuk mewujudkan profil kepribadian Islam. menjauhkan generasi dari pemikiran sekuler liberal ini hingga menjatuhkan hukuman berat yang setimpal kepada para pelaku yang merusak generasi.
Oleh karenanya semua harus menjalankan fungsinya masing-masing dan saling bersinergi dalam mewujudkan profil generasi muslim yang berkepribadian Islam.
Agar terwujud generasi berkepribadian Islam yang bertugas melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang ada, serta sebagai pembangunan peradaban. Namun, semua ini hanya akan terwujud manakala kembali berhukum pada hukum-hukum-Nya. Wallahu a’lam. (*)
Penulis: Ulfiah (Pegiat Literasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

















