Coronavirus, Pesan Untuk Kita dan Dunia

0
118

VIDEO – Perang Dunia melawan musuh yang tak terlihat oleh mata telanjang terus berlanjut. Inilah perang tanpa senjata, tanpa nuklir dan tanpa rudal. Inilah perang yang mewajibkan para perawat dan dokter berada di garis terdepan, bukan tentara.

Inilah perang tersadis abad ini, perang yang sudah melibatkan ratusan negara didunia. semua bersatu, melawan musuh yang kita kenal sebagai virus corona.

Inilah perang melawan invasi Virus. Musuh yang menjadi pandemi di penjuru bumi kita ini seakan menjadi senjata pemusnah massal yang akan menyeleksi manusia.

Hingga 21 mei, 277 ribu orang lebih telah terinveksi virus ini, dan angkanya terus meningkat dan meluas keberbagai penjuru dunia, angka kematian virus inipun terus meningkat, tercatat 11 ribu orang lebih telah tewas mengenaskan akibat infeksi virus ini.

Bagaimana dengan bumi pertiwi Indonesia, di tanah air, tercatat 450 orang telah terserang musuh tak terlihat ini, dan 38 orang telah kembali kepangkuan ilahi, tak lain akibat virus corona yang hingga kini senjata untuk melawan virus ini belum ditemukan.

Waspadalah karna bisa saja musuh itu telah ada disekitar anda.

Ingatlah bahwa virus ini adalah musuh kita bersama, bukan hanya musuh pemerintah, bukan hanya musuh para dokter dan perawat. Karna siapa saja bisa terserang virus ini, tanpa terkecuali, mau pejabat, dokter apalagi kita masyarakat biasa yang tidak terlalu paham soal virus ini.

Lihatlah Kota wuhan di china, yang sudah menewaskan ribuan orang, yang memaksa puluhan juta warganya untuk diam dirumah, dan italia yang sebelumnya menganggap remeh virus ini.

Kini corona telah menjajah mereka, warga italia dikunci, dirumahnya mereka hanya bisa memandangi tetangganyalewat jendela rumahnya.

Kota kota seakan mati tanpa aktivitas, yang terlihat hanyalah ambulance yang lalu lalang membawa pasien dan membawa jenazah.

Lihatlah kejamnya virus ini, membuat kita wajib menjaga jarak dengan orang orang terkasih, sahabat dan keluarga.

semua untuk keselamatan kita, keselamatan mereka, keselamatan keluarga tercinta dan keselamatan ummat manusia.

Lihatlah mereka yang harus di isolasi, meregang nyawa, menghembuskan nafas tanpa orang tercinta dan dimakamkan tanpa keluarga.

Tapi Inilah Indonesia, negeri yang begitu beragam.

Sebagian dari kita masih meremehkannya, masih menganngap enteng dan menyalahkan orang lain.

Kita mungkin saat masih bisa bersantai,masih bisa duduk bersama kawan, tapi tidak dinegara lain. karena kenapa, karena mereka sudah merasakan sakitnya virus corona.

Tapi inilah Indonesia, mungkin kita berbeda pendapat, mungkin anda lebih paham, tapi jangan mengorbankan keluarga anda, orang lain dengan keputusan anda, cukup anda sendiri.

Tapi inilah indonesia, yang hanya bisa mendengar kata mutiara, humor yang sampai membuat perut keram, orasi yang membakar jiwa, tapi sebagian tak mampu melihat kondisi yang sedang terjadi.

Kembali lagi, kita sering kali hanya bisa menyalahkan orang lain. Lihatlah diri kita, lihat keluarga kita, tetangga kita, manusia manusia lain.

Kita bukannya tak takut mati, kehendak tuhan yang maha kuasa siapa yang tau, namun bukankan kita dilarang untuk bunuh diri dan membunuh orang lain. Bukankan mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Semua ini adalah takdir yang harus kita hadapi, ingatlah bahwa virus corona menyerang semuanya dari orang kaya, miskin, pejabat, bahkan saya, anda bisa saja menjadi penyebar tanpa kita sakit, yang bisa menularkan ke orang orang terdekat.

Barang kali kita sedang diingatkan untuk rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan disaat semua kembali normal semoga kitapun kembali pulih pada halikat kehidupan yang sesungguhnya, merawat relasi dengan alam semesta dan sesama mahluk hidup. (*)

Ratal: Data dalam video 21 Mei, seharusnya 21 Maret 2020.