Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Peserta Rakerda Abujapi Sulsel Minta Penurunan Biaya Penyegaran Satpam

599
×

Peserta Rakerda Abujapi Sulsel Minta Penurunan Biaya Penyegaran Satpam

Sebarkan artikel ini
Peserta Rakerda Abujapi Sulsel Minta Penurunan Biaya Penyegaran Satpam
Sejumlah peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Sulsel mengusulkan penurunan biaya penyegaran Satuan Pengamanan (Satpam).

MAKASSAR—Sejumlah peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Sulsel mengusulkan penurunan biaya penyegaran Satuan Pengamanan (Satpam).

Dalam Rakerda Abujapi Sulsel yang dihelat di Hotel Grand Makassar pada Selasa (15/10/2024) itu, akhirnya peserta rakerda menyepakati biaya penyegaran yang sebelumnya Rp2,5 juta per orang menjadi Rp750 ribu.

Salah seorang peserta Raker, Adnan menegaskan bahwa penyegaran yang diperuntukan bagi anggota Satpam yang Kartu Tanda Anggotanya (KTA) mati lebih 1 tahun, terlalu mahal jika harus membayar Rp2,5 juta.

“Untuk penyegaran selama 2 hari dengan membayar 2 juta 5 ratus itu terlalu mahal. Jadi saya mengusulkan pembayaran penyegaran untuk menghidupkan KTA yang mati hanya Rp750 ribu,” ujar Adnan kepada Mediasulsel.com.

Adnan merinci 750 ribu tersebut meliputi unsur pembiayaan diantaranya; 2 kali makan siang Rp40 ribu, 4 kali Snack Rp60 ribu, PNBP KTA Rp75 ribu sisanya cukup untuk honor pemateri dan operasional kegiatan penyegaran dimaksud.

Menanggapi hasil Raker Abujapi tersebut, Kasubdit Satpam, Dirbinmas Polda Sulsel, AKBP, Mukhtar saat ditemui Mediasulsel.com, Jum’at (18/10/2024) menjelaskan, pelaksanaan penyegaran itu untuk membantu Satpam mendapatkan kembali KTA.

“Penyegaran itu kan untuk membantu Satpam untuk mendapatkan kembali KTA yang sudah mati. Karena KTA mati dalam aturan sudah tidak bisa melaksanakan tugas sebagai Satpam,” ujar AKBP Mukhtar.

Sementara itu salah seorang personel Binmas Polda Sulsel, Aipda Firman menambahkan, bahwa biaya dibayarkan itu untuk keperluan makan, minum mereka sendiri dan menjadi biaya gedung dan instruktur,

“Itu biaya untuk satpam itu sendiri. Kan biaya gedung, makan dan minum serta lainnya. Itu biaya untuk mereka sendiri. Lagian uang itu kan di BUJP, bukan di kami Binmas Polda Sulsel,” pungkas Aipda Firman. (*)

error: Content is protected !!