MAKASSAR, — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin, jalin kemitraan bersama pukuhan mitra yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMN, lembaga masyarakat hingga perguruan tinggi untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Kegiatan yang bertema Kemitraan Menjaga Bumi ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Konsulat Jenderal Australia untuk Makassar berlangsung di Upper Ground Mal Phinisi Point, Makassar, Rabu, 5 Februari 2020.

Baik BUMN, perusahaan swasta maupun lembaga masyarakat yang tergabung dalam kemitraan ini berkomitmen melanjutkan dan mendukung kampanye pengurangan plastik ke masyarakat. Kampanye ini juga diikuti perilaku penggunaan produk ramah lingkungan dan menghindari penggunaan plastik oleh masing-masing mitra.

Sebanyak 26 mitra bergabung dalam kampanye ini di antaranya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia, PLN, Bank Sulselbar, Unhas, Yayasan Konservasi Laut Indonesia, Rinra Hotel, Perum Pegadaian hingga Australia Connect.

Lies F Nurdin dalam arahannya menitikberatkan perlunya membangun kesadaran dan bergerak seluruh elemen untuk mengurangi penggunaan produk plastik.

“Dalam setahun terakhir ini saya memang aktif mengampanyekan Say No to Plastic, sebab dampak dari penggunaan produk berbahan dasar plastik sekali pakai ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan kita,” jelas Lies F Nurdin.

Perempuan yang telah 33 tahun menjadi dosen di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas ini juga menguraikan kondisi kritis perairan yang telah dicemari mikroplastik.

“Seluruh perairan kita telah dicemari sampah mikroplastik, mikroplastik dimakan oleh ikan yang kita konsumsi,” sebut Lies.

Untuk itu, gagasan untuk berhenti menggunakan produk berbahan dasar plastik, kata Lies, harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat dan dilakukan sejak dini.

Dalam kesempatan iji, Lies kembali menyebutkan perihal larangan penggunaan air mineral sekali pakai yang ia keluarkan untuk setiap kegiatan TP PKK se-Sulsel.

“Mengharapkan dan seluruh kegitan PKK se Sulsel tidak boleh ada plastik,” tegasnya.

Lies menyebutkan, selain mengampanyekan larangan penggunaan plastik sekali pakai, ia bersama beberapa organisasi yang ia pimpin rutin membagikan bibit pohon bagi seluh masyarakat.

“Selembar daun mampu menghasilkan 3 mililiter oksigen, semakin banyak pohon semakin baik,”.

Sementara, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerin Lingkungan Hidup RI, Vivien Ratnawati menguraikan upaya pemerintah pusat menangani limbah dari samph plastik melalui kmpanye zero sampah hingga pendekatan sirkular ekonomi dengan program memilah sampah dari rumah.

“Sampah plastik sedotan saja jumlahnya mencapai 93 juta, stop penggunaan sampah plastik harus kita mulai dari sekarang,” seru Vivien.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Andi Ina Kartika, PJ Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulsel, Andi Hasdullah serta wakil dari Kknjen Australia di Makassar.(*)