PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT •
Viral

Pria Miskin Mendadak Kaya Berkat Selimut Tua, Ini Orangnya

563
×

Pria Miskin Mendadak Kaya Berkat Selimut Tua, Ini Orangnya

Sebarkan artikel ini

VIRAL – Loren Krytzer, seorang pria miskin asal Kalifornia, Amerika Serikat, mendadak menjadi miliarder setelah menjual selimut usang peninggalan nenek buyutnya. Kemujuran itu didapatkan lantaran selimut usangnya terjual seharga US$1,5 juta atau sekitar Rp20 miliar.

Dikutip Solopos.com dari People, Selasa (28/11/2017), pada mulanya Loren Krytzer merupakan seorang pengusaha kaya. Namun, kehidupannya berubah drastis setelah dia mengalami kecelakaan mobil. Kecelakaan itu membuatnya kehilangan kaki kirinya. Dia harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengobati kakinya. Ironisnya, biaya pengobatan yang sangat mahal pada akhirnya membuat usahanya bangkrut.

Setelah bangkrut, Loren Krytzer menumpang di gubuk sederhana milik kawan lamanya, Leona Valley. Dia menggantungkan hidup pada asuransi yang diterima setelah kecelakaan itu. Namun, uang asuransi itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, sehingga dia bekerja sebagai tukang kayu.

Guna menghemat uang, Loren Krytzer terkadang hanya makan roti lapis. Dia sering meminum alkohol untuk menghilangkan rasa sakit lantaran tidak mampu membeli obat. Namun, semua kesulitan itu hilang setelah dia menonton acara lelang barang antik di televisi pada 2011. saat itu, dia melihat seorang pria tua menjual selimut seharga US$500.000 sekitar Rp6 miliar. Seketika itu juga dia teringat akan selimut peninggalan nenek buyutnya.

“Saat itu aku memperhatikan selimut yang dijual si pak tua. Aku langsung teringat pada selimut usang peninggalan nenek buyutku,” ungkap Loren Krytzer.

Pada mulanya Loren Krytzer merasa tidak yakin selimut usangnya laku terjual dengan harga fantastis. Sebab, ibunya pernah mengatakan dia hanya bisa menjual selimut itu maksimal seharga US$10 atau Rp135.000. Selimut itu biasa dipakai sang nenek sebagai alas tidur bagi kucingnya.

Tapi, Loren Krytzer selimutnya bakal terjual dengan harga mahal. Dia lantas mulai menawarkan selimut itu ke beberapa rumah lelang. Namun, usahanya terus gagal. Sampai akhirnya dia membawa selimut itu ke rumah lelang John Moran Auctioneers. Dia menceritakan asal-usul selimut itu kepada sang pemilik pelelangan, Jeff Noran.

Setelah diteliti, Jeff Noran mengklaim selimut itu merupakan benda langka yang diperkiaran dibuat pada 1840. Awalnya selimut itu ditawar dengan harga Rp2 miliar. Namun, Loren Krytzer tidak mau melepas barang antiknya begitu saja, sampai akhirnya ditawar seharga Rp20 miliar.

“Aku tidak percaya selimut usang itu terjual dengan harga yang sangat tinggi. Rasanya seperti mimpi,” sambung Loren Krytzer.

Kehidupan Loren Krytzer langsung berubah setelah selimut itu terjual. Dia langsung mengobati kakinya sampai sembuh. Dia bahkan membeli mobil dan motor Harley Davidson yang telah lama diinginkannya. Dia juga mengajak keluarganya liburan ke luar negeri.

“Akhirnya, untuk kali pertama aku bisa berjalan-jalan sambil menggandeng tangan istriku. Pelelangan ini menjadi momen yang sangat luar biasa dalam hidupku. Selimut itu menyelamatkanku dari kemiskinan,” tutup dia. [*/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com