Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Prihatin Kasus Gagal Ginjal Siswa, Komisi D DPRD Makassar Tinjau Fasilitas Toilet Sekolah

2370
×

Prihatin Kasus Gagal Ginjal Siswa, Komisi D DPRD Makassar Tinjau Fasilitas Toilet Sekolah

Sebarkan artikel ini
Prihatin Kasus Gagal Ginjal Siswa, Komisi D DPRD Makassar Tinjau Fasilitas Toilet Sekolah
Komisi D DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah sekolah dasar untuk mengevaluasi kondisi sarana sanitasi, khususnya fasilitas toilet, Selasa (7/1/2025). Tinjauan ini merupakan respons cepat atas kasus seorang siswa yang mengalami gagal ginjal akibat kebiasaan menahan buang air kecil di sekolah karena toilet yang tidak layak.

MAKASSAR—Komisi D DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah sekolah dasar untuk mengevaluasi kondisi sarana sanitasi, khususnya fasilitas toilet, Selasa (7/1/2025). Tinjauan ini merupakan respons cepat atas kasus seorang siswa yang mengalami gagal ginjal akibat kebiasaan menahan buang air kecil di sekolah karena toilet yang tidak layak.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Azhari Ilham, memimpin langsung kunjungan tersebut. Lokasi yang menjadi titik awal pemantauan adalah Kompleks SD Mangkura di Jalan Bontolempangan dan SD Maccini di Jalan Kerung-Kerung. Turut mendampingi dalam kegiatan ini perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Tidak semestinya siswa harus menahan buang air kecil karena kondisi toilet yang tidak memadai. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman,” tegas Ari Azhari saat meninjau kondisi toilet sekolah.

Komisi D, yang membidangi pendidikan dan kesehatan, menegaskan komitmennya untuk mendorong pembenahan sarana dan prasarana sekolah, terutama yang menyangkut kesehatan dasar siswa.

Dalam waktu dekat, DPRD bersama Dinas Pendidikan akan menyusun rekomendasi serta mengawal realisasi anggaran untuk perbaikan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah Makassar.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi titik awal perbaikan sistemik dalam penyediaan fasilitas dasar di lingkungan pendidikan, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!